Berita Terpopuler
Lindsay Lohan Mengaku Bersalah
Michael Douglas Yakin Sembuh
Opick "Tombo Ati" Jadi Produser dan Sutradara
Sheza Idris Jualan Aksesori
Susan Boyle Pindah Ke Rumah Senilai Rp 4 Miliar
Faank "Wali" Berbuka Puasa Sambil Berbagi
Ulang Tahun ke-52, Din Syamsudin Gelar Syukuran
Malam "Lailatul Qadar," Syaiful Jamil Beritikaf
Sidang Anna-Gugun tentang Hak Asuh Anak
Pupus Sudah Permohonan Keringanan Soraya
Curhat Ari Tulang Selama Karantina Miscel 2010
Naomi Siregar
Ari Tulang
28/07/2010 21:42 | Miss Celebrity
Liputan6.com, Jakarta: Menjadi salah seorang pengajar dalam ajang pencarian bakat Miss Celebrity 2010 meninggalkan kesan tersendiri bagi Ari Tulang. Lelaki yang kerap didaulat sebagai instruktur berbagai ajang pemilihan calon bintang itu mengaku tak terlalu kesulitan memberikan materi.
"Mereka rata-rata sudah punya basic modeling. Ini mempermudah saya melatih blocking panggung," ujarnya dalam temu media di Gedung SCTV, Rabu (28/7). Faktor lain yang membuat dia bangga sebagai pelatih adalah kemauan 20 finalis untuk belajar. Secara kelompok, mereka saling membantu sehingga keahlian modeling terbagi rata. Demikian pengakuannya.
Namun ada kalanya, para finalis drop sehingga sulit menerima materi. Hal tersebut dimaklumi Ari lantaran kegiatan gadis-gadis yang dipilih dari enam kota besar itu cukup padat. Mereka memulai aktivitas kunjungan sejak pukul 06.00 WIB hingga 23.00 WIB, dan masih harus belajar di kelas modeling pimpinan Ari.
"Ini membuat mereka lelah sehingga mengurangi daya tangkap," jelas lelaki berkacamata itu. Apalagi materi kelas kepribadian ala Ari Tulang padat selama empat jam. Akibatnya banyak finalis yang mengalami lecet saat sesi catwalk, atau mengantuk.
Beberapa hal yang diajarkan dalam kelas modeling dan kepribadian selama 10 hari karantina adalah cara berekpresi saat menghadapi pertanyaan. Cara menghadapi media, berpose di depan kamera, serta bersikap sebagai publik figur. Selain Ari, Eka Sitorus didaulat untuk kelas akting, Riyadi di kelas make up, serta Rebecca Tumewu di kelas presenting.(OMI/ANS)
"Mereka rata-rata sudah punya basic modeling. Ini mempermudah saya melatih blocking panggung," ujarnya dalam temu media di Gedung SCTV, Rabu (28/7). Faktor lain yang membuat dia bangga sebagai pelatih adalah kemauan 20 finalis untuk belajar. Secara kelompok, mereka saling membantu sehingga keahlian modeling terbagi rata. Demikian pengakuannya.
Namun ada kalanya, para finalis drop sehingga sulit menerima materi. Hal tersebut dimaklumi Ari lantaran kegiatan gadis-gadis yang dipilih dari enam kota besar itu cukup padat. Mereka memulai aktivitas kunjungan sejak pukul 06.00 WIB hingga 23.00 WIB, dan masih harus belajar di kelas modeling pimpinan Ari.
"Ini membuat mereka lelah sehingga mengurangi daya tangkap," jelas lelaki berkacamata itu. Apalagi materi kelas kepribadian ala Ari Tulang padat selama empat jam. Akibatnya banyak finalis yang mengalami lecet saat sesi catwalk, atau mengantuk.
Beberapa hal yang diajarkan dalam kelas modeling dan kepribadian selama 10 hari karantina adalah cara berekpresi saat menghadapi pertanyaan. Cara menghadapi media, berpose di depan kamera, serta bersikap sebagai publik figur. Selain Ari, Eka Sitorus didaulat untuk kelas akting, Riyadi di kelas make up, serta Rebecca Tumewu di kelas presenting.(OMI/ANS)