Berita Terpopuler
Komedian Robert Schimmel Tewas Akibat Kecelakaan
Marshanda: "Baju Lebaran Aku Lucu Banget"
Kelelahan, Umay Muntah Usai Berbuka Puasa
Laudya Chintya Bella Berbuka di Panti Asuhan
Gebetan Baru Jennifer, Mantan Kekasih Lindsay?
Bila Tiada, Zsa Zsa Gabor Ingin Dimumikan
Yenny Rachman Gelar "Sahur On The Road"
Meski Sibuk, Hello Band Sempatkan Mudik
Artis Cilik pun Berburu Baju Lebaran
Giring-Chyntia Ingin Menikah Secara Sederhana
Yuni Shara: Infotainment Harus Ada Batasan
Rochmanuddin
01/08/2010 00:34 | Selebritas
Liputan6.com, Jakarta: Sebagai artis cukup senior dan lumayan lama bergelut di dunia infotainment, Yuni Shara merasa prihatin dengan kondisi tayangan dunia artis saat ini. Meskipun ia menyadari bahwa dirinya besar berkat adanya infotainment itu sendiri. Yuni pun sangat mendukung dengan keberadaan infotainment.
"Tapi gue dengan mereka (infotainment) tetap berpartner. Saling dukung saling support, saya besar juga karena dia (infotainment). Itu baik berita buruk maupun baik," ujar wanita berbintang Gemini itu saat ditemui di sebuah studio televisi swasta di Jakarta, Sabtu (31/7).
Terkait dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang baru-baru ini dikeluarkan, kekasih Rafi Ahmad itu pun mendukung. Wanita asal Malang itu menilai saat ini memang keberadaan infotainment sudah melewati batas privasi publik. Ia merasa prihatin dengan tayangan yang menurutnya kurang sesuai dengan kepentingan masyarakat, khususnya bagi kalangan anak-anak.
Bukan hanya itu, mantan istri Henry Siahaan itu juga menyatakan, tayangan infotaimen saat ini hanya mementingkan tingkat rating dari pada isi berita itu sendiri.
"Setiap orang pasti punya masa lalu dan aib. Manusia berhak menutupi aibnya dan segala macam. Dari teman-teman infotainment nggak peduli dengan aib seseorang. Dia hanya menceritakan orang ini punya aib seperti ini. Jadi dia hanya mementingkan ratting," ujar wanita bernama lengkap Wahyu Setyaning Budi itu.
"Kalau kita lihat lucunya, ada berita tentang gosip-gosip itu presenternya tidak menimpali, mereka tidak memanas-manasi. Seolah-olah presenternya nggak punya kesalahan daripada yang diberitakan dan narasinya agak cukup lama. Yang dipertanyakan wartawan tidak ditayangin. Karena jawaban kita yang keluar. Narasi lebih kenceng suaranya daripada jawaban kita. Jadi yang melihat televisi hanya mendengar sepihak," lanjut Yuni mencontohkan.
Yuni juga tidak menafikan, saat ini tidak sedikit kalangan yang menyukai infotainment. Namun apa pun itu, yang terpenting bagi Yuni infotainment harus memiliki batasan-batasan dan etika terhadap penayangan berita yang disajikan.(ANS)
"Tapi gue dengan mereka (infotainment) tetap berpartner. Saling dukung saling support, saya besar juga karena dia (infotainment). Itu baik berita buruk maupun baik," ujar wanita berbintang Gemini itu saat ditemui di sebuah studio televisi swasta di Jakarta, Sabtu (31/7).
Terkait dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang baru-baru ini dikeluarkan, kekasih Rafi Ahmad itu pun mendukung. Wanita asal Malang itu menilai saat ini memang keberadaan infotainment sudah melewati batas privasi publik. Ia merasa prihatin dengan tayangan yang menurutnya kurang sesuai dengan kepentingan masyarakat, khususnya bagi kalangan anak-anak.
Bukan hanya itu, mantan istri Henry Siahaan itu juga menyatakan, tayangan infotaimen saat ini hanya mementingkan tingkat rating dari pada isi berita itu sendiri.
"Setiap orang pasti punya masa lalu dan aib. Manusia berhak menutupi aibnya dan segala macam. Dari teman-teman infotainment nggak peduli dengan aib seseorang. Dia hanya menceritakan orang ini punya aib seperti ini. Jadi dia hanya mementingkan ratting," ujar wanita bernama lengkap Wahyu Setyaning Budi itu.
"Kalau kita lihat lucunya, ada berita tentang gosip-gosip itu presenternya tidak menimpali, mereka tidak memanas-manasi. Seolah-olah presenternya nggak punya kesalahan daripada yang diberitakan dan narasinya agak cukup lama. Yang dipertanyakan wartawan tidak ditayangin. Karena jawaban kita yang keluar. Narasi lebih kenceng suaranya daripada jawaban kita. Jadi yang melihat televisi hanya mendengar sepihak," lanjut Yuni mencontohkan.
Yuni juga tidak menafikan, saat ini tidak sedikit kalangan yang menyukai infotainment. Namun apa pun itu, yang terpenting bagi Yuni infotainment harus memiliki batasan-batasan dan etika terhadap penayangan berita yang disajikan.(ANS)