Sukses

Layakkah BCL Gantikan Dian Sastro di 3 Srikandi?

Liputan6.com, Jakarta Bunga Citra Lestari, atau akrab kita sapa BCL, sudah ditunjuk Multiviosion Plus Pictures menggantikan Dian Sastro di film 3 Srikandi. Kepada Liputan6.com, Minggu (5/7/2015), perwakilan Multivision mengatakan, Dian mundur lantaran jadwal produksi 3 Srikandi bentrok dengan produksi film lain.

3 Srikandi diangkat dari kisah nyata perjuangan 3 atlet panahan Indonesia yang berhasil meraih medali di ajang Olimpiade Seoul tahun 1988. Filmnya direncanakan rilis akhir tahun nanti.

Instagram

Setelah dipilih menggantikan Dian, BCL tampak ngebut berlatih panahan sebagai bentuk penjiwaan karakter. Hal ini bisa terlihat di akun Instagram BCL. Selama beberapa hari terakhir, ia giat berlatih panahan.

Meski BCL tampak begitu total melakukan penjiwaan karakter di 3 Srikandi, tetap saja timbul tanya yang mengganjal di hati: layakkah BCL menggantikan Dian Sastro? Apa tingkat popularitas serta kualitas akting BCL dengan Dian Sastro sepadan?

Bunga Citra Lestari atau BCL saat berlatih panahan. (dok.Instagram)

Hm, agak susah mengukur faktor kualitatif begitu. Jadi, mari bicara angka saja dahulu yang kelihatan buktinya.

1 dari 3 halaman

Rapor Film BCL vs. Dian Sastro

Rapor Film BCL vs. Dian Sastro

BCL, Anda mungkin ingat, mengawali karier di layar kaca sebagai pesinetron. Ia angkat nama lewat sinetron ABG dan SMP (Senandung Masa Puber) di awal 2000-an. Ia lalu hijrah ke dunia musik dan layar lebar di pertengahan 2000-an. Lagu "Sunny (Cinta Pertama)" yang merupakan soundtrack dari film layar lebar pertamanya, Cinta Pertama (2006). Lagu tersebut bahkan lebih ngetop dari filmnya. Dan tentu saja, nama Bunga Citra Lestari pun kian populer.

Sementara itu, Dian Sastro adalah bagian dari generasi yang ikut membangkitkan perfilman nasional. Ia berkiprah di layar lebar lewat film independen, Bintang Jatuh (2000). Waktu itu, film Indonesia belum seramai sekarang. Bikin film bioskop masih mahal, harus menggunakan kamera seluloid.

Pemain AAdC

Bermodalkan wajah ayu khas Indonesia dan akting remaja, Dian kemudian diajak main Ada Apa dengan Cinta? (2001) oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Film besutan Rudi Soedjarwo itu menjadi salah satu penanda kebangkitan sinema kita. Filmnya berkualitas sekaligus disukai penonton dengan mendatangkan 2,7 juta penonton.

Selepas sukses AADC?, Dian Sastro tak memanfaatkan ketenarannya bermain di film-film remaja yang pangsa pasarnya tinggi. Film-film yang ia bintangi berikutnya merupakan lompatan-lompatan karier yang berbeda dari segi genre. Ia main film drama surealis (Banyu Biru, 2004), drama romantis (Ungu Violet, 2005), drama religi (3 Doa 3 Cinta), serta drama keluarga (7/24, 2014). Dalam catatan filmindonesia.or.id, Dian sudah mengoleksi Piala Citra Aktris Terbaik FFI tahun 2004 serta penghargaan dari ajang festival film di Prancis dan Singapura tahun 2002.

Berbagai film yang ia bintangi pasca AADC? memang tak mendatangkan penonton hingga jutaan orang ke bioskop. Namun, hingga kini Dian masih dianggap sebagai mutiara perfilman nasional.

Di lain pihak, BCL tampak konsisten main di film yang "aman". Selepas Cinta Pertama yang sukses di kisaran menengah (jumlah penonton antara 300-600 ribu), BCL main film-film sejenis yakni, Saus Kacang (2008), Ada Kamu, Aku Ada (2008), dan Kangen (2007).

Adegan film Habibie & Ainun (2012). (dok.MD Pictures)

Menjelang akhir 2000-an, BCL tak banyak main film. Ia memilih fokus mengembangkan karier musiknya. Perjuangannya pun tak sia-sia. Kini, BCL masuk kategori diva baru musik Indonesia bersama Rossa, sebagai penerus generasi Titi DJ, Ruth Sahanaya, dan Krisdayanti.

Setelah meraih mahkota di jagat musik, BCL lalu balik ke layar lebar di pengujung 2012. Habibie & Ainun menjadi pendobrak kariernya. Film tentang kisah cinta abadi BJ Habibie dan mendiang istrinya itu mampu mengharu biru penonton. Filmnya meraup penonton 4,8 juta --hingga kini tercatat kedua terlaris sepanjang masa di bawah Laskar Pelangi (2008).

Itu dari ukuran karya film yang masing-masing dihasilkan BCL dan Dian Sastro. Bagaimana dengan kekuatan dua wanita ini di jagat maya?

2 dari 3 halaman

Rapor BCL vs. Dian Sastro di Dunia Maya

Rapor BCL vs. Dian Sastro di Dunia Maya

Popularitas seorang seleb saat ini memang bisa diukur dari jumlah penggemarnya di dunia maya. Jika dahulu penggemar berkumpul di fans club, sekarang mereka kebanyakan berkumpul di Twitter atau Instagram si artis.

Jika menengok dua akun media sosial BCL dan Dian Sastro, terlihat perbedaan jumlah penggemar di antara keduanya. Jumlah followers Instagram BCL berjumlah 1,9 juta. Sedangkan, Dian Sastro memiliki jumlah followers Instagram 1,8 juta.

Dian Sastro menceritakan rasa bahagianya jelang proses ijab kabul. (foto: instagram.com/therealdisastr)

Sementara itu, BCL juga unggul lebih signifikan di jagat Twitter. Jumlah followers Twitter BCL saat ini 4,66 juta. Angka ini terlampau tinggi untuk Dian Sastro yang baru mengumpulkan 682 ribu followers di Twitter.

foto: BCL/Instagram

Pertanyaannya kemudian, apa serangkaian data di atas menunjukkan BCL atau Dian Sastro yang lebih hebat satu sama lain?

Sekali lagi susah menghitung secara kualitas, siapa yang lebih unggul antara Dian atau BCL. Penggemar Dian pasti menjagokan idolanya, begitu juga penggemar BCL.

Saya membayangkan, ketika Dian Sastro tak bisa meneruskan perannya di 3 Srikandi, pihak Multivision Plus Pictures pasti memutar otak dalam-dalam, mencari siapa aktris yang layak menggantikannya. Aktris tersebut tak hanya terbukti bisa berakting dengan prima, tapi juga punya basis penggemar militan--sesuatu yang bisa jadi calon penonton filmnya kelak. Dan BCL adalah pilihan yang paling baik. Memangnya, siapa lagi? (Ade/Fir)

Artikel Selanjutnya
Dian Sastrowardoyo Puji Kecantikan Raisa Jadi Pengantin
Artikel Selanjutnya
Luna Maya: Raisa Buat Hamish Daud Jadi Lebih Baik