Sukses

Tak Hargai Korban Kejahatan Seksual, Salman Khan Diprotes

Liputan6.com, Mumbai - Salman Khan sangat antusias dengan perilisan film barunya, Sultan pada 6 Juli 2016. Film yang menceritakan tentang dunia gulat ini membuat Salman Khan harus bekerja keras, khususnya secara fisik agar bisa mendalami karakternya.

Saat diwawancarai mengenai proses pembuatan film Sultan, Salman Khan yang sangat bersemangat membandingkan dirinya dengan korban kejahatan seksual. "Aku harus kerja sangat keras. Awalnya aku merasa sangat berat saat melakukan latihan seperti itu. Aku harus dibanting beberapa kali," ujar Salman Khan kepada SpotboyE.

 Salman Khan (Bollywoodlife)

Dilansir dari The India Times, Selasa (21/6/2016), Salman Khan menambahkan, "lalu, aku juga harus diangkat. Rasanya seperti benar-benar ada di dalam pertarungan sungguhan. Setelah selesai, aku jadi tak bisa berjalan dengan lurus. Aku merasa sangat lemah, seperti wanita yang baru menerima kejahatan seksual."

Pernyataan Salman Khan itu tentu saja mendapatkan kritikan pedas dari publik. Mereka mengungkapkan kekesalan terhadap Salman Khan melalui media sosial.

"Salman Khan, dasar bodoh. Bagaimana mungkin, kau membandingkan dirimu dengan wanita yang mengalami kejahatan seksual," tulis pengguna @WannabeSanyasi.

Salman Khan (magnamags)

Akun @TrulyMonica menyebutkan, "Salman Khan sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan, harus membandingkan kegiatan syuting dengan wanita yang mengalami kejahatan seksual. Sungguh memalukan."

Salman Khan dianggap telah melakukan pelecehan terhadap kaum wanita. Netizen yang sangat kesal menyatakan, Salman Khan tak pantas dijadikan idola. Bahkan, menyarankan Salman Khan untuk dipenjara.

Pengguna bernama Tahira Sequeira menuliskan, "sudah, masukan saja Salman Khan ke penjara. Ini merupakan pelecehan."(Des)