Sukses

5 Sinetron Penting dalam Karier Yuki Kato

Liputan6.com, Jakarta Yuki Kato kembali hadir di SCTV lewat sinetron teranyarnya, Cinta Yang Tertukar. Sinetron ini sudah tayang sejak 29 Agustus 2016. Di episode perdananya, Cinta Yang Tertukar langsung nangkring di peringkat 4 data rating. Hingga lewat seminggu tayang, ratingnya masih cukup bagus meski kerap naik-turun. Prestasi ini pun kembali menaikkan nama Yuki sebagai pesinetron jaminan rating yang sempat disandangnya.

Yuki Anggraini Kato atau tenar dengan nama Yuki Kato sudah lumayan lama berkecimpung di dunia akting. Ia memulai debut akting pada 2003 silam. Hingga kini, hampir 20 judul ia bintangi. Selain itu, Yuki juga tercatat telah membintangi delapan film layar lebar dan puluhan FTV.

Dari banyaknya karya tersebut, Liputan6.com menilai lima judul berikut adalah karya terpenting dalam karier Yuki. Dalam lima judul ini pula, Yuki Kato mendapatkan sinarnya hingga diakui sebagai salah satu pesinetron muda berbakat. Apa saja?

 

1 dari 6 halaman

Inikah Rasanya? (2003)

Mungkin ini bukan sinetron perdana Yuki di layar kaca. Namun, peran Yuki di sinetron yang melejitkan nama Alyssa Soebandono dan Asmirandah tersebut cukup dikenang pencinta sinetron akan kiprahnya di jagat akting.

Di Inikah Rasanya?, Yuki memerankan Jinny, jin kecil yang tak sengaja ditemukan tokoh Jono (dimainkan Rifky Balweel). Yuki baru berusia tujuh tahun saat itu. Ia juga masih sangat imut, khas dengan rambut kuncir kuda yang kemudian jadi ciri khasnya di banyak sinetron.

2 dari 6 halaman

Heart Series (2007)

Inilah sinetron yang mengangkat nama Yuki ke papan atas sebagai pesinetron cilik paling berbakat di tahun 2007. Sekaligus sebagai sinetron tersukses dan paling dikenang sepanjang kariernya di dunia akting. Pencinta sinetron tentu tak akan lupa dengan peran Rachel yang diembannya.

Yuki menggantikan Rachel Amanda di versi sinetron dari film box office berjudul Heart (2006) ini. Jika Amanda tampil mellow, Yuki justru trengginas dengan gaya kenes yang kini juga jadi ciri khasnya.

Di sini, Yuki dipasangkan dengan Irshadi Bagas yang juga main di layar lebarnya. Selain Irshadi, juga ada nama Esa Sigit. Setelah Heart Series, duo Yuki-Esa Sigit bahkan terus dipasangkan hingga sukses mencetak hattrick lewat Monyet Cantik dan My Love.

3 dari 6 halaman

Arti Sahabat (2010)

Vakum tiga tahun, Yuki kembali dengan peran dan sinetron yang bisa dibilang fenomenal di zamannya. Arti Sahabat sering disebut-sebut sebagai salah satu sinetron remaja tersukses yang pernah tayang, bahkan hingga lewat enam tahun.

Peran Yuki sebagai Rahayu Ajeng masih diingat betul penggemar hingga sekarang. Peran ini membuat popularitas Yuki melesat bak meteor. Pasangannya di Arti Sahabat, Stefan William, juga bernasib sama. Hingga kini, keduanya masih diidam-idamkan sebagai pasangan layar kaca dengan chemistry kuat.

Uniknya, pasangan Aliando Syarief-Prilly Latuconsina yang kini menggeser posisi Yuki-Stefan di kalangan remaja, bahkan mengakui jika pasangan ini adalah panutan juga idola mereka dalam menciptakan chemistry.

4 dari 6 halaman

Gol-Gol Fatimah (2011)

Sinetron ini mungkin tak masuk deretan sinetron sukses yang pernah Yuki bintangi. Hanya berjumlah 31 episode saja saat tayang di SCTV, lima tahun silam. Meski begitu, di sinilah Yuki mendapat piala bergengsi pertama sebagai Aktris Ngetop di ajang SCTV Awards 2011.

Gol Gol Fatimah sendiri adalah sinetron kedua di mana Yuki kembali dipasangkan dengan Stefan William. Walau dianggap gagal mengulang prestasi, namun sinetron ini layak disebut salah satu sinetron terpenting dalam karier Yuki sepanjang 13 tahun terakhir.

5 dari 6 halaman

Akankah Bunda Datang Ke Pernikahanku? (2014)

Judul terakhir bukanlah sinetron, melainkan sebuah FTV (film televisi). Di sini, Yuki bernama Permata, seorang anak yang mencari ibu kandungnya menjelang pernikahannya dengan Saputra (diperankan Mischa Chandrawinata). Yuki berakting cemerlang di debutnya pada FTV tersebut.

Berkat akting gemilangnya ini, Yuki meraih banyak penghargaan. Ia memborong penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita FTV Terpuji di Festival Film Bandung (2014) dan Pemeran Utama Wanita FTV Terbaik di Piala Vidia (2014).

Selain itu, drama ini juga menorehkan prestasi di kancah internasional dengan memenangkan penghargaan untuk kategori Special Award for Foreign Drama di ajang Tokyo International Drama Festival 2015 atau Tokyo Drama Awards 2015.

Video Populer

Foto Populer