Sukses

Pengacara Aa Gatot Heran Elma Theana Tak Kecanduan Narkoba

Liputan6.com, Jakarta Di tengah panasnya kasus Gatot Brajamusti, Elma Theana muncul memberikan pengakuan mengejutkan. Sebagai mantan murid Gatot Brajamusti, Elma Theana membenarkan adanya pesta narkoba di balik ritual keagamaan yang dilakukan Gatot Brajamusti.

Elma Theana usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus kepemilikan senjata api Gatot Brajamusti di Polda Metro Jaya. (Foto: Herman Zakharia/Liputan6.com)

Bahkan, Elma Theana mengaku pernah ikut mencicipi barang haram tersebut karena terpedaya bujukan Gatot Brajamusti. Di hadapan Elma Theana, pria yang akrab disapa Aa Gatot itu menyebut narkobanya sebagai makanan jin bernama asfat.

Akan tetapi, pengakuan Elma Theana justru membuat tim kuasa hukum Gatot Brajamusti, Suhendra Asido Hutabarat heran. Ia mempertanyakan tentang konsumsi narkoba yang digunakan artis 41 tahun ini. Apalagi Elma sembilan tahun menjadi murid Gatot Brajamusti.

"Dia sendiri mengatakan tidak mengalami kecanduan. Logikanya, saya kalau minum obat batuk langsung mengantuk, efeknya pasti ada," ujar Suhendra Asido Hutabarat di Jakarta baru-baru ini.

"Jadi kalau orang yang benar menggunakan narkoba, efeknya ada. Orang terkena sabu-sabu bawaannya enggak bisa tidur, keringatan, dan parno. Nah, si ET itu begitu enggak?" lanjutnya menanyakan.

Selain itu, Elma Theana juga dianggap sudah dewasa dan bisa membedakan mana yang baik atau buruk. Jadi, Suhendra merasa janggal ketika Elma Theana mengaku tak tahu bahwa yang ia dikonsumsinya di Padepokan Brajamusti adalah narkoba.

Elma Theana didampingi pengacaranya, Ina Rachman usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya. (Foto: Herman Zakharia/Liputan6.com)

"Masa dia bilang, dia tidak tahu dikasih narkoba, tapi kenyataannya dia baik-baik saja, enggak pernah ada kecanduan. Enggak mungkin orang enggak tahu kalau dicekokin begitu," ucap Suhendra Asido Hutabarat.

"Makanya kami dalam waktu dekat akan melaporkan saudari ET. Karena telah membuat pernyataan yang merugikan klien kami," ia menandaskan. (Ras)‎

2 Komentar

Video Populer

Foto Populer