Sukses

Film Surat dari Praha Wakili Indonesia untuk Seleksi Oscar

Liputan6.com, Jakarta Indonesia akhirnya menetapkan film apa yang akan dikirim ke ajang Academy Awards ke-89 yang akan diselenggarakan pada Februari 2017 mendatang. Surat dari Praha, keluar sebagai film pilihan yang akan mewakili Indonesia.

Kabar ini disampaikan lewat pernyataan tertulis dari komite seleksi yang diterima oleh Liputan6.com, Jumat (23/9/2016). "Komite seleksi memilih film Surat dari Praha karya Angga Dwimas Sasongko, untuk mewakili Indonesia di ajang Penghargaan Piala Oscar ke-89 tahun depan dalam kategori Film Berbahasa Asing (Foreign Language Film)."

Acara temu media yang mengumumkan Surat dari Praha sebagai wakil Indonesia ke Piala Oscar (istimewa)

Setelah ini, Surat dari Praha akan mengikuti seleksi lanjutan dengan film-film dari negara lain untuk masuk dalam kategori Film Berbahasa Asing (Foreign Language Film).

Pemilihan film yang akan dikirim ke Academy Awards ini dilakukan oleh komite seleksi yang dibentuk oleh Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PFFI). Komite ini terdiri dari 13 profesional di bidang perfilman seperti Reza Rahadian, Benni Setiawan, Firman Bintang, Sheila Timothy, Roy Lolang, dan beberapa nama lainnya.

"Mengingat ajang seleksi ini adalah kepentingan bersama semua pemangku perfilman di Indonesia, maka pelibatan profesional perfilman Indonesia dalam komite seleksi diharapkan menghasilkan penilaian yang obyektif, adil, dan berwibawa," begitu isi pernyataan tertulis komite seleksi.

Syarat mutlak dalam seleksi film ini, adalah para anggota komite tidak boleh menominasikan filmnya sendiri. Sebelum menetapkan pilihan pada Surat dari Praha, ada tiga film lain yang masuk dalam pertimbangan para anggota komite. Namun, tidak disebutkan apa saja ketiga judul film tersebut.

Laras (Julie Estelle) dan Jaya (Tio Pakusadewo) dalam Surat dari Praha (Visinema)

Sementara itu, Angga Dwimas Sasongko mengutarakan rasa bahagianya atas pencapaian ini. "Penghargaan yang kemudian datang untuk film ini adalah buah dari kerja keras dan kepercayaan seluruh elemen seniman yang terlibat, dan satu hal penting yang saya pelajari dari mereka selama perjalanan ini; kejujuran dalam berkarya," tutur Angga dalam keterangan tertulisnya. Apalagi, sebelumnya Surat dari Praha menyabet Usmar Ismail Awards dan International Premiere di Jepang.

Namun, tak hanya bangga dan bahagia, Angga juga melihat pencapaiannya ini sebagai beban. "Beban untuk terus konsisten memandang film bukan hanya sebagai komoditi, tapi juga nilai seni yang penting untuk peradaban," kata Angga Dwimas Sasongko.

Video Populer

Foto Populer