Sukses

5 Drama Jepang Legendaris yang Jadi Favorit Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Sebelum hallyu wave dengan musik dan drama Korea merajalela, ada saat dorama atau drama Jepang bersinar. Di stasiun televisi Tanah Air, beberapa drama Jepang menemani penonton setianya.

Dorama pun sempat menempati posisi di hati penggemar. Jalan cerita yang sederhana tapi mengena di hati penonton menjadi alasan popularitas dorama itu.

Bahkan, beberapa drama ini dianggap menjadi drama legendaris, hingga diadaptasi menjadi drama Korea hingga sinetron yang tayang di Indonesia. Meski telah berlalu, dorama itu masih diingat penggemar.

Lalu, apa sajakah dorama legendaris yang pernah menjadi favorit di Indonesia?

1 dari 6 halaman

Oshin

Oshin, dorama pertama yang tayang di Indonesia. Di negara asalnya, drama ini ditayangkan sejak 1984 dengan 297 episode, disiarkan selama 15 menit.

Oshin diperankan oleh artis ternama Jepang pada masa itu: Ayako Kobayashi, Yuko Tanaka, dan Nobuko Otowa. Drama ini sangat populer hingga ditayangkan di 68 negara, termasuk Indonesia.

Ceritanya mengenai perjalanan hidup seorang gadis kecil bernama Oshin yang bertahan hidup, bekerja keras di era Meiji. Perjuangan seorang wanita di masa itu yang sangat berat.

Oshin, dorama yang tayang 1980-an yang pernah tayang di Indonesia, menjadi legenda.

Sejak berusia 7 tahun, Oshin sudah bekerja sebagai pengasuh bayi untuk membantu keluarganya. Oshin juga pernah mengalami kekerasan dari kepala pelayan di rumah keluarga yang dilayaninya.

Kerja keras Oshin terus dilakukannya hingga remaja. Bahkan, Oshin juga sempat menjajal sebagai penata rias. Kisah Oshin yang menyentuh hati selama hidupnya, termasuk kepergian sang adik untuk selamanya. Hingga kematian ibunya akibat leukimia.

Usaha Oshin rupanya membuahkan hasil. Oshin akhirnya berhasil menjadi pemilik waralaba toko swalayan terkenal di Jepang.

2 dari 6 halaman

Tokyo Love Story

Tokyo Love Story, drama Jepang yang diadaptasi dari manga oleh Fumi Saimon, tayang pada 1991 dengan 11 episode. Drama ini sangat populer dan jadi legendaris hingga saat ini. Bahkan, lagu temanya "Love Story wa Totsuzen ni" oleh Kazumasa Oda menjadi salah satu lagu dengan penjualan terbaik sepanjang sejarah di Jepang.

Tokyo Love Story diperankan aktor ternama: Yuji Oda, Honami Suzuki, dan Narimi Arimori, mengisahkan tentang kisah cinta yang indah. Ceritanya mengenai tiga sahabat, Mikami, Kanji dan Satomi telah berteman sejak mereka anak-anak, dibesarkan di kota kecil yang sama di Prefektur Ehime di Pulau Shikoku.

Tokyo Love Story, drama Jepang yang tayang di tahun 1990-an masih tersimpan di benak penikmatnya hingga kini,

Mereka pindah ke Tokyo untuk alasan yang berbeda. Kanji mendapat pekerjaan baru. Di tempat kerja, ia bertemu dengan rekannya yang bersemangat, Rika.

Di sana, ia bertemu dengan Mikami dan Satomi. Masalah terjadi setelah timbul cinta segitiga, telah dipendam sejak SMA. Situasi menjadi lebih rumit saat Kanji melihat Mikami mencium Satomi.

Kanji pun menyembuhkan luka hatinya dengan mencoba menyukai Rika yang energik dan lucu. Tentu saja, perasaan tak pernah bisa bohong. Kanji masih mencintai Satomi.

3 dari 6 halaman

Beach Boys

Beach Boys diperankan Sorimachi Takashi, Takenouchi Yutaka, Hirosue Ryoko, tayang 1997 silam. Telah lama berlalu, drama Jepang ini masih mendapatkan tempat spesial di hati penggemar. Jalan ceritanya yang sederhana dan mengalir, serta memberikan arti pentingnya menggapai impian membuat penonton tak bosan menyaksikannya.

Beach Boys menceritakan tentang Sakurai Hiromi (Sorimachi Takashi) yang bertengkar dengan kekasihnya, memutuskan melupakan masalah dengan pergi ke laur. Rupanya, Hiromi bertemu dengan Kaito (Takenouchi), karyawan elit multinasional besar perdagangan perusahaan di Tokyo yang melarikan diri dari masalah di tempat kerja setelah kehilangan klien.

Beach Boys, drama Jepang yang memberikan penonton sebuah pelajaran berharga mengenai impian, tayang 1997.

Dalam perjalanan, Kaito melihat Hiromi sedang mendorong mobilnya yang mogok karena kehabisan bensin. Kaito pun membantunya mendorong mobil sampai tempat tujuan. Di pantai, sebuah penginapan bernama Minshuku Inn membutuhkan pegawai lepas.

Penginapan yang bisa dibilang cukup sederhana itu dikelola oleh seorang kakek bernama Izumi Masaru (Mike Maki) dan cucu perempuannya yang masih duduk di kelas dua SMA, Izumi Makoto (Hirosue Ryoko). Akhirnya Hiromi dan Kaito pun bersahabat, bersama dengan Makoto. Seiring berjalannya waktu, Hiromi dan Kaito merasa menjadi bagian dari keluarga dengan Masaru dan Makoto.

Kaito yang akhirnya mencintai laut memutuskan meninggalkan kota besar, bekerja untuk seorang ahli biologi Kelautan (Kirishima Karen). Sedangkan Hiromi berkencan dengan pewaris hotel Hawaii. Akhirnya, mereka bisa bereuni bersama.

4 dari 6 halaman

Hana Yori Dango

Hana Yori Dango rupanya menjadi salah satu drama terpopuler sepanjang masa. Drama yang dalam bahasa Inggris sebagai Boys Over Flowers itu telah diadaptasi dalam drama Mandarin dan juga Korea.

Di versi aslinya, Hana Yori Dango diperankan oleh Mao Inoue, Jun Matsumoto, Shun Oguri, Shota Matsuda, dan Tsuyoshi Abe. Sementara, drama Korea Boys Over Flowers juga menjadi fenomena, menampilkan Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Bum dan Kim Joon.

Hana Yori Dango juga ternyata pernah diadaptasi dalam sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta Karakter F4-nya yang diperankan: Indra L. Brugman, Steve, Jonathan Frizzy, dan Roger Danuarta.

Hana Yori Dango, drama Jepang yang sangat sukses hingga diadaptasi ke berbagai serial, termasuk drama Mandarin dan Korea dengan judul Boys Over Flowers.

Drama ini bercerita tentang Cinderella, wanita yang berasal dari keluarga miskin hingga akhirnya mendapatkan keberuntungan karena cinta. Meski sempat dipenuhi dengan intrik dan permasalahan yang menderanya. Selain itu, karakter utamanya dianggap sebagai pejuang untuk bertahan hidup. Nasib malang Makino Tsukushi yang diperankan Mao Inoue, membuat penonton merasa iba. Selain itu, penggemar pun penasaran dengan akhir ceritanya.

Akhirnya sang pangeran tampan dan kaya, Domoyouji Tsukasa (Jun Matsumoto) bertekuk lutut saat cinta telah menyapa. Dengan berbagai cara, Tsukasa mempertahankan hubungannya dengan Tsukushi.

5 dari 6 halaman

Ichi Rittoru no Namida

Ichi Rittoru no Namida menjadi salah satu drama fenomenal, ditayangkan di beberapa negara di Asia, termasuk Singapura dan Indonesia. Penonton menangis dengan jalan ceritanya yang menyedihkan, tayang pada 2005 silam. Drama ini dimainkan oleh Erika Sawajiri dan Ryo Nishikido.

Drama ini diangkat pada kehidupan nyata perjuangan seorang gadis berusia 15 tahun yang bernama Aya yang menderita penyakit kronis. Drama ini menggambarkan perjuangan kisah hidupnya melawan penyakit itu, hingga menutup nyawa dengan total 25 episode.

Naskah dari drama ini diambil dari buku harian Aya, dari ia rajin menulis hingga tidak lagi dapat memegang pena. Gadis bernama Ikeuchi Aya berusia 15 tahun, mulai masuk SMA. Ia putri dari keluarga yang bekerja di sebuah toko yang membuat tahu.

Ichi Rittoru no Namida atau 1 Litre of Tears yangtayang 2005 juga sempat diadaptasi menjadi sinetron Buku Harian Nayla.

Hal-hal yang tidak biasa mulai terjadi pada Aya. Dia mulai sering jatuh, cara berjalannya juga aneh. Ibunya Shioka, mengajak Aya ke dokter. Akhirnya diketahui Aya menderita spinocerebellar degeneration: penyakit langka dimana cerebellum otak secara bertahap memburuk, hingga penderita tidak dapat berjalan, berbicara, menulis, atau makan. Di balik penyakitnya, Aya menemukan cinta sejatinya yang selalu menemani hingga akhir hayatnya.

Ichi Rittoru no Namida atau 1 Litre of Tears menjadi salah satu drama favorit di Indonesia. Buktinya, drama ini sampai diadaptasi menjadi sinetron dengan judul Buku Harian Nayla, diperankan Glenn Alienskie dan Chelsea Olivia.(Des)