Sukses

Cerita Rizky Hanggono Jadi Dosen dengan Logat Kendari

Liputan6.com, Jakarta Aktor Rizky Hanggono kembali menunjukkan aktingnya di film terbaru berjudul Mengejar Embun ke Eropa. Dalam film ini, Rizky Hanggono berperan sebagai seorang dosen di Universitas Delapan Penjuru Angin (UDPA) Kendari.

Rizky Hanggono saat jumpa pers film Mengejar Embun ke Eropa di Senayan City, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2016).(Liputan6.com/Aditia Saputra)

"Buat saya, kita pernah jadi murid yang merasakan guru killer. Di sini saya ditempatkan sebagai pendidik yang seperti itu. Harapan saya bisa tahu kenapa pengajar bersikap seperti itu, karena demi kemajuan mereka sendiri. Buat saya, jadi rektor itu memberikan pencerahan untuk menghargai mereka yang sudah meluangkan waktu untuk kemajuan kita," ujar Rizky Hanggono saat jumpa pers film Mengejar Embun ke Eropa di Senayan City, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2016).

Menjadi seorang pengajar memang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh Rizky. Meski begitu, dia mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan yang berarti. Namun karena sosok yang diperankan Rizky adalah putra asli asal Pulau Muna, dirinya mengaku cukup kesulitan saat harus berdialog dengan dialek khas daerah tersebut.

"Ada beberapa teknis pasti iya gimana berdialek seperti apa. Gimana pola pikir pendidik yang hidupnya didedikasikan untuk memperbaiki sistem pendidikan. Itu menyita fokus dia termasuk dengan hubungan keluarganya. Jadi sangat menantang sekali peran saya di sini," ujar bintang film ILY from 38.000 FT ini.

Karakter yang dilakoni bintang film Jomblo (2006) itu terinspirasi dari tokoh nyata, Prof. Dr. Ir. Puro, yang berjuang keras untuk memperbaiki etos kerja para dosen dan memberantas manipulasi nilai yang terjadi di Universitas Delapan Penjuru Angin (UDPA) Kendari, Sulawesi Tenggara.

Rizky Hanggono saat jumpa pers film Mengejar Embun ke Eropa di Senayan City, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2016).(Liputan6.com/Aditia Saputra)

Selain Rizky Hanggono, film Mengejar Embun ke Eropa juga dibintangi oleh Putri Ayudya, Roberta Salzano, Irma Magara, Danin Dharma dan masih banyak lagi. Film karya Haryo Sentanu ini akan ditayangkan pada November 2016 mendatang.