Sukses

Album Baru Lady Gaga Penuh Kritik Sosial

Liputan6.com, Jakarta Lady Gaga biasanya menelurkan karya yang penuh dengan kontroversi, salah satunya Judas yang dianggap meledek suatu agama tertentu. Kali ini, Lady Gaga memilih album yang digambarkan sebagai kritik sosial.

Di tengah maraknya media sosial, Lady Gaga berharap manusia tak melupakan hubungan dan interaksi di antara sesama. Album Joanne dibuat mengingatkan masyarakat pentingnya berkomunikasi secara langsung.

"Sejujurnya, tak ada yang lebih penting selain hubungan aku dengan orang lain. Itu yang membuat kita menjadi manusia sebagai makhluk sosial. Semuanya tentang interaksi," sebut Lady Gaga, diwartakan FoxNews, Selasa (4/10/2016).

Lady Gaga menambahkan kepada E!, "aku ingin dekat dengan orang-orang di sekitarku. Tak hanya keluarga atau kerabat, tapi juga penggemar. Lewat musik, aku ingin mereka tahu jika aku adalah teman atau keluarga mereka."

Lady Gaga menjelaskan, "album Joanna juga merupakan proses hidup selama ini, berhubungan baik dengan rekan-rekannya. Lady Gaga berharap musik yang dibuatnya bisa membantu orang lain."



Lady Gaga memiliki cara unik saat merilis album barunya. Sang artis dijuluki 'Mother Monster' menegaskan tak akan mau merilis album secara eksklusif di Apple Music. Pelantun hits 'Bad Romance' tersebut juga anti dengan layanan music streaming.

Ia malah ingin membocorkan album barunya secara 'ilegal' di media sosial. Alasannya, layanan music streaming kini telah dipenuhi campur tangan perusahaan yang menuntut untung bisnis yang besar.

"Tidak masuk akal. Kita kan ingin berkarya, bukan bersaing. Aku sudah kasih tahu label, jika mereka menandatangani kontrak dengan Apple Music, Spotify atau Tidal, lebih baik aku membocorkan album baru di internet," kata Lady Gaga.(Des)