Sukses

Balawan Akan Jadi Penutup Rangkaian Ijen Summer Jazz 2016

Liputan6.com, Jakarta - Usai dilaksanakan pada 30 Juli dan 10 September lalu, rangkaian Ijen Summer Jazz 2016 tiba di penghujungnya pada tanggal 22 Oktober mendatang. Setelah sebelumnya menampilkan Nita Aartsen, Syaharani, Kua Etnika dan Ermy Kulit, besok giliran Balawan & Batuan Ethnic Fusion, Shadow Puppets, Harvey Malaihollo dan Lalare Orkestra yang akan menampilkan aksinya.     

Balawan memeriahkan acara pembukaan SCTV Goes Campus Yogyakarta di Kampus Fisipol Universitas Gajahmada (15/3).(Foto: Agung Binarko)

Lewat keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, venue masih bertempat di panggung terbuka Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecataman Licin, Kabupaten Banyuwangi. Dengan tempat berlatar belakang keindahan pegunungan Merapi, Suket, Raung dan Meranti, Ijen Summer Jazz menyajikan festival musik tanpa sekat antara penampil dengan penonton hingga konser akan berjalan intim serasa menonton konser di pekarangan rumah sendiri.     

Seperti sebelumnya, acara yang juga menjadi penutup rangkaian festival Jazz Gunung tahun ini tersebut akan menampilkan aksi dan kolaborasi spesial. Seperti Balawan & Batuan Ethnic Fusion nanti akan menampilkan juga I Made Subandi, seorang maestro gamelan Bali dan Kanhaiya, pemain drum berusia 12 tahun.

Sementara Shadow Puppets akan membawakan lagu-lagu 50-an dan 60-an dari berbagai pencipta lagu legendaris Indonesia seperti "Nurlela" dari Bing Slamet, "Di Wajahmu Kulihat Bulan" ciptaan Mochtar Embut dan "Siapa Namanya" ciptaan Ismail Marzuki. Lagu-lagu itu terdapat dalam album terakhir mereka, Indonesian Songbook, yang direkam bersama Harvey Malaihollo dengan aransemen jazz yang modern. 

Penampilan Harvey Malaiholo di konser Magenta Orchestra X atau MOX di Plenary Hall, JCC, Jakarta, Jumat (14/11/2014). (Liputan6.com/Panji Diksana)

Lain lagi dengan Lalare Orkestra yang akan memainkan beragam alat musik tradisional seperti gendang, rebana dan angklung dengan repertoar dari musik daerah Banyuwangi sampai pop, blues dan dangdut. Uniknya lagi, mereka adalah sebuah kelompok musik yang ketika tampil dengan formasi lengkap, berisi lebih dari 100 anak dari berbagai SD dan SMP di Banyuwangi.

Walaupun baru dibentuk pada 2015 kemarin, Lalare Orkestra telah tampil di berbagai acara di Banyuwangi dan berhasil mendapat penghargaan tingkat dunia dari Pacific Asia Travel Association (PATA) untuk kategori Heritage and Culture. PATA merupakan asosiasi pariwisata yang terdiri dari 970 organisasi kepariwisataan, 100 maskapai penerbangan, 150 institusi pendidikan/pusat kajian wisata dan ribuan perusahaan pariwisata.

Untuk tiket Ijen Summer Jazz besok telah dijual dengan harga Rp 1 juta untuk kelas Premium dan Rp 500 ribu untuk kelas Festival. Terdapat juga Paket Akomodasi untuk dua orang. Tiket bisa didapatkan di situs resmi Jazz Gunung di www.jazzgunung.com.

Artikel Selanjutnya
Diplomasi Jazz untuk Mempererat Hubungan Indonesia dan Italia
Artikel Selanjutnya
Kala Tari Piring dan Angklung Hangatkan Musim Semi di Kanada