Sukses

Anggy Umbara Masuk Sebagai 13 Tokoh Penuh Daya 2016

Liputan6.com, Jakarta Sutradara Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, Anggy Umbara menjadi salah satu penerima penghargaan sebagai salah satu Tokoh Penuh Daya 2016. Penghargaan diberikan oleh Panggung Satutiga.

Anggy Umbara/Instagram

Anggy Umbara, sutaradara berusia 35 tahun baru saja memecahkan rekor film terlaris sepanjang masa lewat film garapannya berjudul Warkop DKI Reborn. Film ini melampaui rekor film terlaris sepanjang masa sebelumnya, Laskar Pelangi yang memiliki 4.631.841 penonton.

Seperti dilansir dari akun twitter Falcon Pictures, film garapan Anggy tersebut sudah tembus di angka Enam juta penonton lebih. Film pertamanya adalah Mama Cake. Kemudian Coboy Junior The Movie (2013). Nama pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1980 ini mulai dikenal dan diperhitungkan ketika sukses menggarap film Comic 8 (2014).

Selain Anggy, beberapa tokoh juga menerima penghargaan. Menurut Chief Executive Officer (CEO) Panggung Satutiga, Ichwanudin Siregar, apa yang dilakukan Panggung Satutiga semata memberikan sebuah penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap telah berkontribusi dan mengharumkan nama bangsa.

“Kita hanya ingin turut berbuat dalam hal positif dan semoga apa yang kita lakukan ini bisa menginspirasi,” kata pria yang akrab disapa Iwan ini kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Iwan mengungkapkan, Pangung Satutiga akan memberikan lukisan kepada para tokoh yang menerima penghargaan tersebut. “Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini 13 Tokoh Penuh Daya 2016 tersebut kita berikan lukisan sebagai tanda penghargaan,” imbuhnya.

Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidato di DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (23/9). Saat mengucapkan perpisahan dengan TNI, Agus tak kuasa menahan air matanya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Beberapa tokoh lainnya yang menerima penghargaan Tokoh Penuh Daya 2016, selain Anggy Umbara, antara lain, Agus Yudhoyono, Setya Novanto, Jendral Tito Karnavian,Sri Mulyani, Prabowo Subianto, Wahidin Halim, Tantowi Ahmad, Lilyana Natsir, Budi Karya Sumadi, Asman Abnur, Oesman Sapta Odang, dan Japto Soerjosoemarno.