Sukses

Bikin Festival Film, KPU Dapat Pujian dari Marcella Zalianty

Liputan6.com, Jakarta Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai demokrasi dan memaknai jalannya proses pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar festival film pendek. Festival film ini bertajuk "Dari Keluarga untuk Indonesia Memilih".

Ketua PARFI 1956 yang baru saja terpilih, MarcellaZalianty, sangat mengapresiasi langkah inovatif KPU. Wanita yang juga ditunjuk sebagai salah satu dewan juri festival ini berharap, kesadaran masyarakat terhadap nilai pemilu bisa terus meningkat melalui film.

Ketua Parfi, Marcella Zalianty (tengah) didampingi Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Sigit Pamungkas menyampaikan keterangan terkait penyelenggaraan festival film pendek KPU di Jakarta, Jumat (7/10). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

"Saya pribadi senang dan sangat mengapresiasi inisiatif KPU untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk aktif dalam pemilu. Politik harus kita bangun dari keterlibatan masyarakat untuk bersama memilih pemimpin bangsa, kota, itu perlu kepedulian semua. Semangat ini ditularkan melalui film," kata Marcella Zalianty di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2016).

Lewat festival ini, kakak Olivia Zalianty itu berharap akan bermunculan calon-calon sineas perfilman baru. "Kita juga berharap ada regenerasi seniman film karena itu jadi hal yang sangat penting. Dan perkembangan film bisa kita lihat bersama," tuturnya.

"Jadi saya menyambut baik apresiasi KPU membuka festival film pendek ini. Ini menimbulkan semangat berkarya dan turut menumbuhkan semangat berdemokrasi," ujar Marcella melanjutkan.

Ketua Parfi, Marcella Zalianty (tengah) didampingi Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Sigit Pamungkas menyampaikan keterangan terkait penyelenggaraan festival film pendek KPU di Jakarta, Jumat (7/10). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sementara itu, salah satu anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiansyah mengaku jika ajang ini akan menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. "Ini sarana yang komunikatif bagi masyarakat untuk mengenalkan proses pemilu pada masyarakat yang edutaiment. Jadi kita enggak jemu sama hal-hal yang berbau politik karena disajikan lewat sarana yang kreatif," ujar Ferry.

Ajang festival film pendek ini harus berisi muatan nilai demokrasi dan hal yang berkaitan dengan pemilu. Topik ini nantinya dapat dielaborasi menjadi pendidikan pemilih yang menghibur dan menarik.

Festival film ini memiliki ketentuan durasi 5-10 menit (non dokumenter). Isi dan temanya harus bersifat non partisan dan tidak mengandung unsur SARA maupun pornografi. Akan ada total jutaan rupiah untuk para pemenang.