Sukses

Pinky Promise, Ketika Janji Memilih Warnanya Sendiri‎

Liputan6.com, Jakarta 'Kematian adalah hadiah terindah dalam setiap hidup manusia'.

Pesan itu selalu terngiang di telinga Kartika Rahayu (Agni Pratistha) ketika mendengarkan pesan terakhir yang direkam sebelum kematian Tante Anind (Ira Maya Sopha). Penyakit kanker payudara memang telah mengakhiri hidup Tante Anind. Namun, ini menjadi sentakan bagi Rahayu untuk membuka mata dan membuka lembaran baru usai gagal bertunangan.

Cuplikan Pinky Promise

Di tengah kerisauan itu, Rahayu pun mendapat sebuah 'warisan' yang mengubah rasa pesimisnya tentang cinta. Rumah Pink, telah disiapkan Tante Anind sebagai tempat berkumpulnya penderita kanker. Dari situ juga ia menemukan Ken (Dhea Seto), Vina (Dea Ananda), dan Baby (Alexandra Gottardo). Sekumpulan wanita yang bernasib serupa, penderita kanker stadium lanjut.

Ironi tersebut terjalin dengan janji kelingking berbalut warna merah muda. Yang berarti, siap untuk terus bersama hingga maut yang memisahkan. Rahayu pun meladeni upaya Ken, Vina dan Baby untuk sembuh.

"Sampai kapan pun kita pegang janji ini, janji pink," ucap mereka kompak.

Namun, sebagai satu-satunya wanita yang tidak mengidap kanker, Rahayu dianggap berkhianat. Ia merasa naif jika harus berpura-pura peduli. Wajar, sejak awal Rahayu tegas menolak warisan Rumah Pink, lantaran peresmiannya dilakukan saat dirinya gagal bertunangan. Rahayu pun terpaksa menjalani hidup dengan kepura-puraannya itu, sambil terus merengut dalam hati.

Cuplikan film Pinky Promise (YouTube)

Konflik kewanitaan dalam  film bertajuk Pink Promise ini cukup sukses diperlihatkan sang sutradara, Guntur Soeharjanto.

Dengan latar belakang berbeda, Vina istri satpam yang hidup pas-pasan, Ken mahasiswi yang kurang perhatian orangtua, serta Baby bunga desa yang jadi wanita simpanan, mampu menghasilkan debat emosi khas wanita. Semua terekam sempurna dan mampu menggugah empati penonton.

"Ini bisa dibilang film saya yang paling girly. Sebuah film tentang perjuangan perempuan, semoga bisa bikin orang mengerti bagaimana jika terjadi pada dirinya sendiri," kata Guntur Soeharjanto.

Cuplikan film Pinky Promise (YouTube)

Klimaks film ini baru terjadi ketika janji pink itu mulai goyah. Keganasan kanker mulai menjadi ujian Vina, Ken dan Baby. Semuanya bingung menentukan warna apa yang akan mereka pilih untuk merealisasikan janji setianya.

"Ceritanya sangat emosional sekali. Apalagi ketika kami semua harus botak. Saat aku botakin kepala Dea (Seto) saya menangis beneran. Terbayang gimana penderita yang benar-benar merasakan hal itu," ucap Agni Pratistha.

"Rasanya berat ketika harus kehilangan mahkota wanita kita (rambut). Tapi aku puas, karena semuanya terbayar," Dea Seto menimpali.

Cuplikan film Pinky Promise (YouTube)

Lantas, apa warna janji yang akan mereka pilih? Apakah tetap seindah merah muda untuk terus berjuang? Atau justru mengibarkan warna putih untuk menyerah?

Film Pinky Promise tayang serentak di bioskop pada 13 Oktober 2016. Film hasil rumah produksi MP Pro Pictures ini dibintangi para bintang muda seperti Agni Pratistha, Dea Ananda, Dea Seto, Alexandra Gottardo, Chelsea Islan, Ira Maya Sopha, Ringgo Agus Rahman dan Derby Romero. (Ras)‎