Sukses

Memesona di Depan Kamera, Priyanka Chopra Justru Dikritik Pedas

Liputan6.com, Jakarta Priyanka Chopra kembali beraksi di depan kamera, menjadi model majalah Traveller. Penampilan Priyanka Chopra dengan tank top membuatnya terlihat casual, dengan tata rias minimalis sebagai pelengkap.

Beberapa kali, Priyanka Chopra terlibat sesi wawancara yang asyik selama pengambilan foto. Salah satunya, mengenai pengalamannya 'hidup` di udara karena kesibukannya sebagai artis Bollywood yang tengah Go International. Priyanka Chopra sukses dengan serial Hollywood, Quantico.

Hal itu membuat Priyanka Chopra harus bolak-balik dari India ke Amerika Serikat. Priyanka Cjopra menyebutkan hal itu sangat menyenangkan.

 Priyanka Chopra kembali masuk dalam daftar orang terpopuler, disandingkan dengan Pangeran William.

"Aku biasa menghabiskan waktu 16 jam di udara dalam perjalanan. Selama delapan jam, aku tidur. Lalu, sisanya aku membaca naskah atau memikirkan proyek selanjutnya," sebut Priyanka Chopra, diwartakan cntraveller, Selasa (11/10/2016).

Sayangnya, kemunculan Priyanka Chopra di majalah itu justru mendapatkan kritikan pedas dari netizen. Dengan tank top bertuliskan, pengungsi dan imigran yang dicoret, Priyanka Chopra hanya menyisakan petualang dianggap sebagai jati dirinya.

Pakaian yang dikenakan Priyanka Chopra itu dianggap menghina status orang yang kurang beruntung yang tengah menjalani hidup sebagai pengungsi dan imigran. Namun banyak juga yang memberikan pembelaan kepada Priyanka Chopra.

 

Pakaian Priyanka Chopra yang tengah menjadi kontroversi dianggap menyimpan pesan mendalam.

Laman Condé Nast merangkum beberapa komentar dari netizen, menyebutkan maksud dari pakaian yang dikenakan Priyanka Chopra.

"Kaus yang dikenakan Priyanka Chopra berarti tak ada lagi orang yang dianggap sebagai pengungsi atau imigran. Kita adalah petualang, warga negara dunia," tulis pengguna dengan nama Nitu.

Akun dengan nama Horgan menambahkan, "Pesan yang disampaikan Priyanka Chopra selalu berurusan dengan kemanusiaan. Dia tak pernah mau memberikan laber terhadap seseorang. Dia menjunjung tinggi HAM dengan caranya sendiri."