Sukses

Andre Hehanusa Simpan Banyak Kejutan di Maumere Jazz 2016

Liputan6.com, Jakarta Perhelatan musik jazz siap menghentak Maumere, Nusa Tenggara Timur. Event bertajuk Maumere Jazz Fiesta 2016 ini akan digelar pada 15-16 Oktober 2016.

Yang menarik, Maumere Jazz Fiesta 2016 memadukan kesyahduan musik jazz dengan pemandangan nan cantik bumi Flores. Hal itu juga yang membuat Andre Hehanusa bangga ketika ditunjuk sebagai salah satu pengisi acara.

Preskon Indonesia Movie Awards 2016 (Nurwahyunan/bintang.com)

"Seperti yang kita tahu, event jazz sudah mulai popular karena mengutamakan tourism dan kekuatan budaya lokal. Makanya saya bawa tim terbaik saya ke sana," ungkap Andre Hehanusa di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016).

Tak ingin mengecewakan masyarakat Maumere, Andre Hehanussa mengaku telah menyiapkan banyak kejutan di Maumere Jazz Fiesta 2016. Salah satunya suguhan lagu terbaik yang akan ia kemas dengan gaya baru.

"Persiapan saya 10-11 lagu. Ada 'Kuta Bali' yang akan saya bungkus dengan jazz Eropa, saya ambil gaya Sting. Lalu, lagu 'Bidadari' lebih ke afro. Dan banyak lagu lainnya yang berbeda," Andre Hehanusa menjelaskan.

Preskon Festival Jazz Maumere (Galih W. Satria/bintang.com)

Kejutan lain, kata Andre, berbagai kolaborasi jazz akan menjadi tontonan menarik. Berbagai musikus jazz papan atas akan turut meramaikan Maumere Jazz Fiesta 2016 seperti, Trie Utami, Syaharani, Ras Muhammad, Ivan and The Nestornation, Djaduk Ferianto, Emil & Orkestra Satu Sikka, Big One, dan Barry Likumahuwa.

"Di Maumere lagi reggae banget, mungkin nanti bisa reggae-jazz bisa diselaraskan. Yang jelas tugas kami membuat semua happy dan membawa kesan positif," ucap pemain film Bulan di Atas Kuburan.

Selain itu, misi meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat musik dan kebudayaan, turut mengalirkan banyak dukungan terhadap Maumere Jazz 2016. Salah satunya dari Bursa Efek Jakarta (BEJ).

"‎Prinsipnya ini dukungan kepada teman-teman yang mempromosikan daerahnya dengan jazz dan kebudayaan. Intinya untuk meningkatkan hidup masyarakatnya juga, kalau tingkat hidup naik maka suatu saat investasi saham di sana juga naik," kata Dirut BEJ, Tito Sulistio.