Sukses

Aaron Carter dan Arnold Schwarzenegger Membelot dari Donald Trump

Liputan6.com, Washington DC Mendekati tanggal pemilu Amerika Serikat pada 8 November mendatang, persaingan kubu Donald Trump dan Hillary Clinton makin memanas. Pertempuran sengit tak hanya terjadi di mimbar debat, namun juga di dunia maya yang diramaikan oleh suporter masing-masing kandidat.

Aaron Carter, adalah salah satu pesohor Amerika Serikat yang sebelumnya secara terang-terangan mengungkapkan bahwa ia adalah pendukung Donald Trump. Dilansir dari USA Today, Rabu (12/10/2016), pada Februari kemarin adik dari personel Backstreet Boys Nick Carter ini berkicau akan mendukung Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016.

Aaron Carter (Female First)

 "Apa Amerika ingin punya presiden yang jadi PENGEKOR atau seseorang yang mampu memimpin? Aku memilih @realdonaldtrump," tulis Aaron kala itu, sambil menyebut akun Donald Trump dalam kicauannya.

Namun baru-baru ini, ia menarik dukungan tersebut via Twitter. "Tidak. Aku tak lagi mendukung Donald Trump," tulisnya lewat akun Twitter pribadinya, Selasa (11/10/2016).

Selain Aaron Carter, pesohor lain yang "membelot" dari Donald Trump adalah Arnold Schwarzenegger. Sebagai politisi Partai Republik, aktor Terminator ini seharusnya memilih Donald Trump, kandidat yang diusung partainya. Namun ia mengeluarkan pernyataan terbuka, bahwa ia tak akan mendukung Trump dalam pemilu kali ini. "Untuk pertama kalinya sejak aku jadi warga negara di tahun 1983, aku tak akan memilih kandidat presiden dari Partai Republik," tulis Arnold Schwarzenegger dalam pernyataan tersebut. 

"Meskipun aku bangga dengan label pendukung Partai Republik, ada satu label yang kujunjung lebih tinggi dari segalanya—yakni sebagai warga Amerika," kata pria asal Austria ini menambahkan. Pernyataan yang diunggah lewat cuitan di Twitter ini, lantas di-retweet oleh Aaron Carter.

 

Capres dari Partai Republik Donald Trump menjawab pertanyaan saat debat dengan Capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton pada debat pertama pemilu Amerika Serikat di Hofstra University, Hempstead, New York, Senin (26/09). (AP Photo/David Goldman)


Surutnya dukungan terhadap Donald Trump diperkirakan terjadi karena skandal videonya yang tengah menghangat. Dalam video ini, Donald Trump menyebut kalimat yang bernada sangat melecehkan wanita. Dalam video ini, Donald Trump menyebut ia berusaha meniduri seorang perempuan bersuami dan mengomentari wanita yang ia lewati dengan kata-kata tak pantas.

"Sebaiknya aku makan Tic Tacs, siapa tahu nanti aku menciumnya. Kamu tahu, saat aku melihat perempuan cantik, aku akan mulai menciuminya. Seperti magnet saja," katanya. Donald Trump lantas mengatakan bahwa bila kau adalah seorang bintang, kau dapat melakukan apa saja. "Tarik saja kemaluannya. Kau bisa melakukan apa saja," kata Donald Trump.