Sukses

Kendall Jenner Bersaksi Lawan Penguntitnya di Pengadilan

Liputan6.com, Los Angeles - Menjadi selebritas tidak selalu jadi posisi yang menyenangkan. Di balik kekayaan dan ketenaran yang dimiliki, rupanya juga ada bahaya yang mengancam.

Ketenaran yang mereka miliki, membuat orang-orang asing jadi merasa mengenal mereka. Tak seperti para penggemar yang mengidolakan mereka, beberapa pihak tidak bertanggungjawab--atau mungkin terganggu jiwanya--menjadikan para selebritas tadi sebagai obsesi mereka.

Penyanyi Christina Grimmie kehilangan nyawanya di tangan penguntit.

Itulah yang menyebabkan tidak sedikit dari para selebritas ini yang memiliki penguntit. Orang-orang asing yang terobsesi dengan mereka, memiliki perasaan tidak sehat yang berisiko.

Seorang penyanyi bernama Christina Grimmie bahkan sampai kehilangan nyawanya di tangan pengutitnya sendiri.

Risiko yang sama juga menghampiri Kendall Jenner.

Kendall Jenner harus bersaksi di persidangan melawan penguntitnya.

Supermodel yang merupakan bagian dari Klan Kardashian ini harus bersaksi di pengadilan hari Kamis (13/10) kemarin. Seperti dikutip dari TMZ, Kendall Jenner bersaksi melawan penguntitnya, seorang pria bernama Shavaughn McKenzie.

Pada tanggal 14 Agustus 2016, adik Kim Kardashian ini menemukan seorang pria yang sedang berjongkok di pagar rumahnya. Tidak terlalu memikirkan pria tadi, Kendall kemudian membuka pagar dan menyetir mobilnya masuk ke area rumahnya.

Namun, rupanya pria asing tadi--yang kemudian diketahui sebagai Shavaughn--ikut masuk ke pekarangan rumah Kendall.

Kaget, Kendall Jenner berteriak menyuruh pria asing itu pergi. Namun bukannya pergi, Shavaughn malah memukul-mukul kaca jendela mobil wanita berusia 20 tahun itu.

Penguntit yang menerobos masuk ke rumahnya membuat Kendall Jenner jadi terus ketakutan.

Untungnya, Kendall Jenner berhasil mengemudikan mobilnya kembali ke luar. Kendall yang ketakutan kemudian pergi ke rumah temannya.

Di persidangan, Kendall Jenner yang dilaporkan masih terlihat takut, mengatakan saat-saat itu adalah momen paling mengerikan dalam hidupnya.

"Ini bukan cara yang aku inginkan untuk hidup," ujar Kendall di persidangan. "Aku merasa sangat-sangat tidak aman di rumahku sendiri." Kendall juga mengatakan dia jauh lebih stres dibanding sebelumnya.

Untuk merasa aman, Kendall memasang sistem keamanan di rumahnya, yang dilengkapi dengan kamera keamanan 24 jam.