Sukses

The Accountant, Peliknya Konflik Kriminal di Sebuah Perusahaan

Liputan6.com, Jakarta - Sejak memerankan Batman dalam Batman v Superman: Dawn of Justice, fans memandang Ben Affleck berhasil menggantikan Christian Bale sebagai sang Manusia Kelelawar. Namun, banyak juga yang mengkritik aktingnya sebagai superhero ikonis itu.

Lalu, baru-baru ini kita disuguhi film terbaru Ben Affleck arahan sutradara Gavin O Connor yang berjudul The Accountant. Lantas, apakah pandangan sinis terhadap sang aktor bisa berubah?

The Accountant telah tiba di bioskop-bioskop Indonesia. Mengusung genre kriminal dan drama, penulis naskah Bill Dubuque dengan segenap usaha memasukkan bumbu-bumbu aksi yang sarat dengan baku tembak dan baku hantam.

The Accountant. (Warner Bros. Pictures)

Kisah film ini berfokus pada Christian Wolff (Ben Affleck) yang sangat pandai di bidang matematika sejak kecil, tapi memiliki kepribadian obsesif. Sayangnya, keahlian Chris seputar angka-angka tak seimbang dengan kemampuannya berinteraksi dengan manusia. Tak cuma itu, Chris berpura-pura bekerja di kantor kecil sebagai karyawan biasa. Padahal ia merupakan seorang akuntan lepas yang sedang memalsukan laporan keuangan organisasi kriminal berbahaya di dunia.

Ketika Divisi Penegak Kejahatan di Departemen Keuangan tertarik menyelidiki aktivitasnya, Chris mencari klien baru untuk menutupi kasusnya. Namun, Chris justru menemukan sejumlah fakta yang pada akhirnya membawanya ke sejumlah kasus pembunuhan.

The Accountant. (Warner Bros. Pictures)

Menyaksikan awal cerita The Accountant, kita disuguhi oleh kepribadian Chris yang memang terlihat aneh. Namun, wataknya yang cukup unik membuat sejumlah kalimat lucu terlontar dari mulutnya. Terutama, setelah ia bertemu dengan Dana Cummings (Anna Kendrick). Jelas, akting Ben Affleck dan Anna Kendrick menjadi pion utama film ini.

Setelah konflik menyebar luas dan berbagai rahasia terungkap, terutama seputar tempat kerja Chris, penonton langsung disajikan berbagai adegan laga yang brutal. Ketika Ben Affleck melancarkan gerakan bela diri, fans superhero pasti secara otomatis akan teringat dengan perannya sebagai Batman.

Uniknya, The Accountant mengingatkan kepada kita pada seni bela diri Tanah Air. Ya, pencak silat memang digunakan sebagai gerakan dasar Chris dalam bertarung. Ada juga adegan kilas balik ketika Chris kecil dibuat babak belur saat latihan silat, ditambah selarik dialog berbahasa Indonesia yang diucapkan. Penonton Indonesia, bisa jadi ikut bangga dengan adegan sekelebat ini.  

Hubungan Chris dengan Braxton (Jon Bernthal), pria yang menjadi musuh dalam selimutnya, juga menjadi satu warna menarik dalam film ini. Penonton dibuat penasaran, apa yang bakal terjadi andaikan mereka berdua bertemu di satu momen. Selain itu, The Accountant juga memiliki banyak misteri yang menantang para penonton untuk memecahkannya.

The Accountant. (Warner Bros. Pictures)

Kehadiran para anggota Divisi Penegak Kejahatan di Departemen Keuangan membuat unsur kriminal dalam film ini semakin kuat.  Kerasnya sindikat internal dalam sebuah perusahaan digambarkan secara rapi dan tak terlalu mengganggu pikiran. Sementara itu, isu autisme yang melekat di salah satu karakter, juga menjadikan film ini cukup menarik.

Sayangnya, ada beberapa hal yang kurang dari film ini. Ketegangan yang disajikan kurang maksimal karena akting beberapa pemain kurang mendukung. Terlebih lagi, kejutan dalam alur ceritanya juga kurang menggelegar. Karena itulah, reaksi kita saat mendapatkan twist atau kejutan cerita, hanya seperti bergumam, "hm..."

Intinya, The Accountant adalah film yang menawarkan sensasi yang gado-gado. Di antara ketegangan dan teori soal akuntansi, tak ketinggalan humor usil yang terselip dalam film ini.