Sukses

6 Fakta Ini Akan Membuatmu Makin Terkesima dengan La La Land

Liputan6.com, Los Angeles Sejak teaser La La Land muncul ke publik sekitar setengah tahun lalu, film drama musikal yang dibintangi Ryan Gosling dan Emma Stone ini langsung merebut perhatian publik.

Denting piano Ryan Gosling, nyanyian Emma Stone, hingga cuplikan romansa antara keduanya membuat publik makin penasaran dengan film yang diarahkan oleh sutradara Damien Chazelle ini.

Cuplikan La La Land (IMDb)

Popularitas La La Land makin bersinar setelah film ini diputar secara perdana di festival film bergengsi Venice Film Festival. Para kritikus, memberikan pujian selangit untuk film ini.

Situs agregat Rotten Tomates memberikan label "certified fresh" setelah film ini meraih skor 92 persen. Sementara Metacritic memberikan skor yang sangat tinggi, yakni 93. Artinya, secara umum film ini dipuji oleh kritikus. 

Terakhir, film ini berjaya dalam ajang Golden Globe 2017, dengan mengumpulkan tujuh piala, termasuk untuk dua bintang utamanya, dan gelar Sutradara Terbaik untuk Damien Chazelle.

Cuplikan La La Land (IMDb)

Di luar segala gegap gempita atas penerimaan film ini, ada banyak cerita menarik yang tertinggal dari proses pembuatan film La La Land.

Tak ada salahnya Anda mengetahui kisah-kisah yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber ini. Karena mungkin, Anda akan makin dibuat terkesima oleh La La Land.

 

1 dari 7 halaman

 Ryan Gosling Belajar Piano

Salah satu pertanyaan yang muncul begitu melihat Ryan Gosling dalam film ini, adalah apa ia benar-benar bermain piano di film ini? Jawabannya, ternyata ya.

Ryan Gosling sebenarnya tak terlalu asing dengan instrumen ini. Ia mengaku telah lama bisa memainkan piano, tapi tak sejago karakter Sebastian yang ia perankan. Apalagi bila harus memainkan musik jaz yang menjadi napas La La Land.

Meski begitu, ia ogah digantikan oleh pemain piano sungguhan untuk adegan memainkan alat musik ini, dan memilih untuk berlatih dengan tekun. "Aku membutuhkan waktu tiga jam sehari selama tiga bulan. Aku berlatih mati-matian tapi hasilnya setimpal," kata Ryan Gosling.

2 dari 7 halaman

Emma yang Lain

Saat ini, bila menyebut tentang aktris La La Land, tentu Emma Stone yang akan langsung muncul di kepala orang-orang. Namun sebenarnya, ada Emma lain yang awalnya diplot untuk karakter ini, yakni Emma Watson.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Emma Watson memilih untuk membintangi Beauty and The Beast yang akan tayang 17 Maret mendatang ketimbang film ini.

Tak hanya Emma Stone, sang aktor utama pun awalnya tak diperankan oleh Ryan Gosling, melainkan Miles Teller. Teller, membintangi film Damien Chazelle sebelumnya yang juga sukses besar, Whiplash. Hanya saja, tiba-tiba ia mendapat telepon bahwa ia "dikeluarkan" dari proyek ini.

"'Damien berkata pada mereka (Lionsgate) bahwa ia tak lagi merasa bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk proyek ini. Dia melanjutkan film ini tanpamu'," kata Miles Teller menirukan perkataan agennya.

3 dari 7 halaman

Ketakutan Emma Stone

Emma Stone menyebutkan bahwa awalnya, ia merasa takut untuk bergabung dalam film ini. Pasalnya, kala ditemui oleh Damien Chazelle, ia tengah tampil dalam pertunjukan musikal "Cabaret" dan kala itu, kondisi tenggorokannya tengah tak fit.

Karena itu, saat diminta kembali bernyanyi dalam film, ia agak ragu-ragu. Apalagi, ia merasa bukan seorang penyanyi yang spektakuler. Namun, ia kemudian diyakinkan sang sutradara. "Ia menginginkan nyanyian ini serealistis dan senatural mungkin, tak perlu terlalu sempurna secara teknis," kata Emma Stone, saat diwawancara W Magazine.

Meski mengaku bukan penyanyi hebat, ternyata kemampuan vokal Emma Stone—dan juga Ryan Gosling—dipuji oleh salah satu pencipta lagu di La La Land, Justin Paul.

"Dua orang ini jelas bisa bernyanyi. Emma punya suara manis; ia dapat bernyayi dengan lantang saat diinginkan, tapi ada momen yang membuatku terhanyut—saat dia menatap cermin dan bernyanyi lirih untuk dirinya sendiri," ujar Justin Paul pada Billboard.

4 dari 7 halaman

La La Land, Dulu Sempat Disia-siakan

Beberapa tahun lalu, mungkin tak ada petinggi studio-studio besar Hollywood yang mengira La La Land memiliki potensi sebesar ini. Buktinya, sang sutradara sekaligus penulis La La Land, Damien Chazelle, menghadapi penolakan selama bertahun-tahun saat menawarkan konsep film ini.

Vulture melaporkan, Damien pertama kali menawarkan La La Land pada para eksekutif Hollywood enam tahun lalu, saat ia berusia 25 tahun. Naskah ini, ia tulis bersama komposer film ini, Justin Hurwitz, saat masih kuliah di Universitas Harvard. Beberapa kali, naskah ini hampir mendapat lampu hijau, tapi selalu gagal dieksekusi.

"Cerita Hollywood yang biasa—semuanya gagal. Dan setiap ini terjadi, aku selalu merutuk 'sialan'."

Sementara itu, apa makna di balik judul La La Land? Sejumlah media memperkirakan salah satu maknanya adalah singkatan Los Angeles, LA, kota impian para calon artis yang menjadi latar film ini.

Selain itu, kata La La Land juga bisa dimaknai sebagai negerinya para pemimpi, yang menjadi inti cerita film ini.

5 dari 7 halaman

Dua Subuh untuk Selamanya

Salah satu adegan penting dalam film ini, adalah tarian dan nyanyian yang menggambarkan saat Mia dan Sebastian jatuh cinta. Ternyata, adegan ini begitu sulit untuk dikerjakan.

Yang pertama, karena adegan yang syutingnya dilakukan di Griffirth Park ini, diambil dalam satu kali take tanpa putus. Jadi bila satu di antara mereka melakukan kesalahan, adegan ini harus diulang dari awal. Yang membuatnya lebih rumit, adalah adegan ini mengejar 'magic hour' yang cantik saat subuh.

"Kami melatih adegan ini selama empat bulan, dan harus melakukannya saat magic hour. Kami punya waktu dua hari untuk melakukannya" kata Emma Stone dalam sebuah interview dengan Rolling Stone.

Karena waktu yang begitu pendek, mereka hanya punya lima kali kesempatan per harinya untuk melakoni adegan ini. "Ryan dan aku akan menyelesaikan satu kali take, lari ke bawah bukit, lalu melakukannya lagi," kata Emma Stone.

Namun kerja keras ini terbayar, karena adegan ini dianggap salah satu bagian La La Land yang paling ikonis.

6 dari 7 halaman

Rekor Golden Globe 2017

Fakta yang terakhir, memang bukan cerita tentang proses produksi La La Land. Namun, fakta yang satu ini tak boleh ditinggalkan. Pasalnya, La La Land berhasil mencetak rekor sebagai film dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah Golden Globe.

La La Land membawa pulang tujuh piala, mematahkan rekor One Flew Over the Cuckoo's Nest (1975) dan Midnight Express (1978) dengan enam piala. Yang lebih hebat lagi, seluruh nominasi yang diberikan pada La La Land, berakhir dengan kemenangan film ini.

Sutradara Damien Chazelle, sang aktor dan aktris utama, serta komposer soundtrack ini, semua membawa pulang piala masing-masing. La La Land juga dinobatkan Film Komedi/Musikal Terbaik tahun ini oleh Golden Globe 2017.

Artikel Selanjutnya
Fakta-Fakta Lucu Film Beauty and the Beast
Artikel Selanjutnya
Aslinya, Film Pretty Woman Punya Akhir Mengerikan