Sukses

Larangan Imigrasi, Ini Hubungan Finding Dory dengan Donald Trump

Liputan6.com, Jakarta Baru saja dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menuai kontroversi dengan kebijakannya melarang tujuh negara mayoritas Muslim datang ke Amerika Serikat. Peraturan yang dibuat Donald Trump pun langsung menuai protes dari sebagian warga negaranya.

Selain itu, netizen juga ramai membicarakan kebijakan Donald Trump di media sosial. Beberapa bahkan mengaitkan Donald Trump dengan film animasi besutan Disney dan Pixar, Finding Dory.

Donald Trump mendapat tempat untuk memberi pidato perdana sebagai Presiden AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Jumat (20/1). Dalam pidatonya, Trump meyakinkan warga Amerika bahwa dirinya tidak akan mengecewakan warga Amerika. (AFP Photo)

Finding Dory mengisahkan tentang ikan Dory (pengisi suara: Ellen DeGeneres) yang memiliki masalah dengan ingatan jangka pendek. Dory mengarungi samudra untuk bertemu dengan keluarga dan kerabatnya.

Selama perjalanan, Dory menghadapi berbagai tantangan, termasuk ditangkap manusia hingga di-bully ikan lain. Perjalanan Dory tak sia-sia. Dory akhirnya bisa bertemu dengan keluarganya, diwartakan Vogue, Senin (30/1/2017).

Sepenggal cerita Dory yang seolah menggambarkan nasib pata imigran di negara lain. Rupanya film animasi itu menjadi pilihan Donald Trump dalam acara `nontong bareng` di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat.

Netizen menilai pemilihan film dan kebijakan Donald Trump sangat kontras. Mereka menyayangkan kebijakan Donald Trump.

Dalam kabar yang dikeluarkan Trump's Sunday mengabarkan, "Presiden Trump tengah berbicara dengan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz, Pangeran Uni Emirat Arab, Mohammed Bin Zayed, dan Hwang Kyo Ahn, Pelaksana Presiden Korea. Trump juga menampilkan film Finding Dory.

Akun @Chris Lu menuliskan, "Trump menggelar acara nontong bareng film Finding Dory. Cerita mengenai seorang imigran yang masuk ke Amerika Serikat, mencari jejak orangtuanya. Sungguh ironis."

Penguna Tim Carvell menambahkan, "keren, film mengenai keluarga yang akhirnya bisa besratu kembali setelah perjalanan panjang. Tapi, sangat bertolak belakang dengan kebijakan Trump. Sungguh mengherankan."

 

Artikel Selanjutnya
Perusahaan Donald Trump Pernah Terkait dengan Mafia Australia?
Artikel Selanjutnya
VIDEO: AS Pertimbangkan untuk Negosiasi Ulang NAFTA