Sukses

Lindsay Lohan Kasihan dengan Muslim di Amerika Serikat

Liputan6.com, Jakarta Amerika Serikat tengah menjadi perbincangan di dunia setelah Donald Trump yang baru saja dilantik sebagai presiden menetapkan peraturan larangan imigrasi dari tujuh negara. Masyarakat dunia pun bereaksi dengan kebijakan tersebut.

Sebelum Donald Trump mengumumkan ketetapan tersebut, Lindsay Lohan sudah mengungkapkan rasa simpatinya terhadap umat muslim di Amerika Serikat. Artis jebolan Disney itu menyebutkan curahan hatinya saat sesi wawancara dengan media Turki, Haber Turk.

Semua pengalaman Lindsay Lohan saat bertemu seorang wanita yang merupakan pengungsi di Turki. Lindsay Lohan tak akan melupakan kejadian itu.

"Aku sempat diperlakukan dengan sangat buruk di negaraku. Aku bertemu dengan wanita ini. Dia memakaikanku kerudung. Mungkin dia hanya punya dua, tapi dengan ikhlas memberikannya kepadaku," sebut Lindsay Lohan.

"Padahal, itu adalah harta miliknya. Aku juga merasa tak pantas mendapatkannya. Tapi, dia sangat baik, memperlakukanku seperti keluarga. Padahal, aku adalah orang asing. Dia tak mengenalku sama sekali," Lindsay Lohan menambahkan.

"Aku benar-benar terharu. Aku pun terus memakainya. Aku baru menyadari perasaan para wanita yang mengenakan kerudung, terkadang suka dipandang berbeda. Aku juga merasakan hal itu," ungkap Lindsay Lohan.

Lindsay Lohan pun kagum dengan negara yang membebaskan kaum wanita untuk memakai hijab atau kerudung. Bagi Lindsay Lohan, itu adalah sebuah hak untuk semua orang.

"Di Turki, semua orang berhak memilih. Sementara, saat aku berada di Amerika, aku memegang Alquran, aku dipandang seperti orang jahat. Kau harus mengenal atau mengetahui sesuatu hal lebih dulu sebelum memberikan pendapat," kata Lindsay Lohan dengan berapi-api.

"Kau harus mengenali lebih dulu sebelum ikut berpikiran negatif tentang suatu hal. Ini hanya tinggal waktu saja, sampai kebenaran terungkap," tutup Lindsay Lohan.