Sukses

Penyanyi Legendaris Ini Dukung Protes Terhadap Donald Trump

Liputan6.com, Jakarta Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus menjadi buah bibir dengan keputusannya melarang imigrasi dari tujuh negara. Ribuan orang memprotes kebijakan tersebut, yang menjadi bagian dari gelombang kemarahan dengan mengadakan akdi di bandara-bandara seluruh Negeri Paman Sam.

Bruce Springsteen, penyanyi legendaris yang terkenal dengan karya "Born in the USA" ikut mendukung aksi tersebut. Dalam penampilannya di Australia, Bruce Springsteen berteriak tentang kebijakan di Amerika Serikat yang konyol.

 Calon penumpang melewati massa yang menggelar aksi protes di Terminal Internasional Tom Bradley, Bandara LAX, Los Angeles, Sabtu (28/1). Mereka menggelar aksi protes terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump tentang imigrasi. (AP Photo/Reed Saxon)

"Baiklah, kami akan menghibur kalian semua sebelum Amerika dipermalukan," sebut Bruce Springsteen dengan lagu "Don't Hang Up."

"Kami ingin ikut menyuarakan, membantu saudara-saudara di Amerika yang tengah berada di bandara untuk memprotes kebijakan mengenai larangan imigran Muslim," ungkap Bruce Springsteen, diwartakan The Huffington Post, Sabtu (4/2/2017).

Bruce Springsteen juga merilis lagu "American Land" tentang lagu mengenai imigran. Karya tersebut dianggap sebagai protes terhadap Donald Trump.

"Amerika itu adalah negara yang bebas, termasuk menerima imigran. Kali ini, kebijakan justru terlihat anti-demokrasi dan snagat tidak Amerika," Bruce Springsteen menambahkan.

 Donald Trump mendapat tempat untuk memberi pidato perdana sebagai Presiden AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Jumat (20/1). Dalam pidatonya, Trump meyakinkan warga Amerika bahwa dirinya tidak akan mengecewakan warga Amerika. (AFP Photo)


Bukan Bruce Springsteen saja yang protes kebijakan Donald Trump. Sederet artis ternama Hollywood, seperti Angelina Jolie hingga Madonna juga menyuarakan hal yang sama.

Bahkan, Arnold Schwarzenegger dan Donald Trump yang berasal dari satu partai, Partai Republik, sampai terlibat saling sindir. Perselisihan ini dimulai dengan kritik Arnold Schwarzenegger atas kebijakan yang diambil Trump. Terutama, mengenai para imigran dan pengungsi dari tujuh negara yang dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Untuk membalas Arnold Schwarzenegger, Trump menyindir aktor Terminator ini dalam acara resmi tahunan, National Prayer Breakfast. Dalam pidato sambutannya, Trump mencela Arnold Schwarzenegger yang ditunjuk menggantikannya sebagai pembawa acara acara The Apprentice saat Trump terjun ke dunia politik pada 2015.