Sukses

Email Diretas, Kalimat Kasar David Beckham Bikin Gempar Inggris

Liputan6.com, London David Beckham kini tengah dirundung masalah yang memalukan. Pada akhir minggu lalu sejumlah email pribadinya dibocorkan ke publik.

Isi surat elektronik tersebut memperlihatkan belang mantan pemain sepakbola tersebut, yang selama ini tak terlihat. Tak pelak, hal ini langsung menjadi skandal yang ramai diperbincangkan di Inggris.

 

David Beckham. (AFP/Paul Ellis)

Dilansir dari Independent, Senin (6/2/2017), email tersebut dibocorkan oleh kelompok yang menamai dirinya Football Leaks, lewat sebuah situs Prancis Mediapart. Lewat email ini, David Beckham diklaim telah melakukan kegiatan kemanusiaan demi meraih gelar kebangsawanan.

Dalam emailnya, David Beckham menyindir Katherine Jenkins, penyanyi opera yang mengaku pernah memakai narkoba, yang telah mendapat gelar OBE pada 2003. "Katherine Jenkins dapat OBE untuk apa? Nyanyi di acara rugby, mendatangi tentara, plus pakai heroin. Lelucon b**g**t," begitu isi email tersebut.

"Kalau aku orang Amerika, aku sudah mendapatkan gelar seperti ini dari sebelumnya," tulisnya lagi.

David Beckham (healthyceleb.com).

David Beckham sendiri, baru mendapat gelar OBE pada 2013. Di tahun ini, ia tidak mendapat gelar 'Sir' yang memiliki kedudukan lebih tinggi. Ternyata hal ini juga membuatnya naik pitam. "B*deb*h yang tak tahu diuntung," tulis David Beckham.

Mirror menyebut dalam email lain, David Beckham menolak untuk mendonasikan US$1 juta untuk membiayai sebuah acara yang diselenggarakan Unicef dengan menyatakan "it’s my f***ing money."

Juru bicara David Beckham sendiri, tak mengelak bahwa email tersebut dikirimkan oleh David Beckham. "Cerita ini diangkat berdasarkan material basi yang tidak kontekstual dari email pribadi yang diretas, dari server pihak ketiga, untuk menciptakan citra yang tak benar,"

 

David Beckham dalam kunjungan bersama Unicef (The Guardian/Modola/Unicef/PA)

Netizen pun terbelah menanggapi skandal email David Beckham ini. Ada yang menilai David Beckham tak layak menyandang gelar bangsawan. "Apa yang ia katakan sangat tidak terhormat dan ia sama sekali tak boleh diberikan penghargaan."

Media besar Inggris seperti The Guardian pun menilai skandal ini sangat memalukan dan merupakan cerminan dari tingkah orang tamak yang memanfaatkan pencitraan demi keuntungannya sendiri.  

Namun ada pula yang tetap membela David Beckham. "Aku tak peduli apa email dari #DavidBeckham itu asli. Dia tetap layak diangkat sebagai bangsawan. Ia telah menjadi duta yang hebat untuk Inggris," tulis netizen lain.

Para sahabat David Beckham juga membela suami Victoria Beckham ini. "Ia hanya terbawa suasana. David hanya sedang curhat saja. Sejumlah email ini dibuat agar terdengar seakan lebih buruk dari sebenarnya."

David Beckkham saat mengunjungi Filipina (Mirror/ Getty Images)

Unicef pun membela David Beckham yang telah menjadi duta untuk organisasi ini sejak 2005. Sejak saat itu, ia telah terlibat dalam berbagai kampanye Unicef. Beberapa di antaranya adalah program sanitasi, air bersih, dan malnutrisi di Burkina Faso, Swaziland, hingga Kamboja.

"Selain telah berbaik hati meluangkan waktu dan energi dan dukungannya untuk membantu penggalangan dana dan peningkatan kesadaran terhadap kegiatan Unicef, David telah menyumbang dana pribadi dalam jumlah besar," tulis juru bicara Unicef menanggapi skandal David Beckham ini.