Sukses

Ikut Nyoblos Pilkada DKI 2017, Bimbim Slank Pamer Jari Tengah

Liputan6.com, Jakarta - Bimo Setiawan Almachzumi atau yang akrab disapa Bimbim Slank, tak ketinggalan dalam memenuhi hak suaranya di Pilkada DKI 2017 yang berlangsung hari ini (15/2/2017). Ia pun mendatangi TPS 16 yang terletak di Jakarta Pusat. Setelah mencoblos, Bimbim pun mengabadikan momennya itu melalui sebuah foto.

Bimbim lalu mengunggah foto tersebut melalui akun Instagram @bimbimslank bersama sebuah keterangan foto. "Yeah ✌❤️ ️abis milih "PelayanMasyarakat" semoga bisa membuat Perubahan...Sabang sampe Merauke jangan salah Pilih ya #pestademokrasi #pelayanmasyarakat #antikorupsi #jurustandur," tulisnya, Rabu.

Bimbim Slank satelah memenuhi hak suara di Pilkada DKI 2017. (Instagram - @bimbimslank)

Uniknya, Bimbim terlihat mencelupkan tinta di jari tengahnya ketika fotonya itu diambil. Tampak juga bahwa selama berpartisipasi di Pilkada DKI 2017, Bimbim mengenakan kaus bergambar logo Slank sambil berbalut jaket tipis. Fotonya sendiri diunggah dalam format hitam putih.

Menanggapi unggahan dari Bimbim tersebut, beberapa netizen tampak mengomentari perihal keterangan foto yang dituliskan oleh sang penabuh drum. "Pelayan masyarakat pasti no 2. 😁," tulis @lambokp. "Mantap mas bim,, pilih yg jujur yg lurus," timpal @yogie_nugraha25.

Menurut Bimbim, album ' Palalopeyank' sebagai sentilan untuk para band-band di luar sana untuk kembali membuat album bertema rock, Jakarta, Selasa (7/2). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Namun, tak sedikit juga netizen yang heboh dengan dicelupkannya jari tengah Bimbim setelah mencoblos. "Mas bim ko jari tengah clupin tinta nya? Bisa emg? @bimbimslank," ujar @shendyrmdhn. "Njiirr nape jari tengah coba, ah sudahlah... 😅😅😅," tulis @fahdipeot.

Sebelum Pilkada DKI 2017 digelar, Bimbim dan rekan-rekannya sibuk mempromosikan album terbaru Slank yang ke-22 berjudul Palalopeyank. Disebutkan dalam akun Facebook Slank bahwa "Palalopeyank" merupakan jargon baru mereka yang ditujukan kepada para penghujat yang senang menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian, dan provokasi, terlebih di media sosial.