Sukses

Dibuntuti Pria, Taylor Swift Dikirimi Pesan Aneh

Liputan6.com, Los Angeles - Belum lama ini, Taylor Swift merasa dibuntuti oleh seorang pria yang tak dikenalnya. Beruntung, mantan kekasih Tom Hiddleston itu aman dan sehat hingga kini. Ditambah lagi, pria yang menjadi penguntitnya itu saat ini telah berada di balik jeruji besi.

Dilaporkan New York Daily News, Sabtu (11/3/2017), pria bernama Mohammed Jaffar itu ditangkap pada awal pekan ini karena masuk tanpa izin di gedung apartemen sang penyanyi di New York City. Tak sampai situ, baru-baru ini unggahan lama Jaffar di media sosial mencuat ke publik.

Taylor swift, [Istimewa]

Seperti disampaikan TMZ, unggahan tersebut sekaligus membuktikan obsesinya terhadap Taylor Swift. Jaffar membeberkan secara rinci perasaan cintanya kepada Taylor Swift di Twitter pada 2014 lalu. Kalimat yang disampaikannya itu berisi keluhan terhadap satu kejadian.

"Seorang penjaga gerbang (seorang pria berpakaian sebagai penjaga keamanan di lobimu hari ini) mencegah kami untuk berbagi," tulis Jaffar, bersama gambar hati permen pada 7 Februari 2014, menurut kicauan yang diperoleh TMZ.

Sebuah rekaman kamera keamanan yang diperoleh pihak jaksa wilayah menunjukkan bahwa Jaffar berkeliaran di lorong-lorong bangunan milik Taylor Swift pada 6 Februari 2017. Bahkan, pria tersebut juga mengamati atap bangunan yang menjadi kediaman pelantun "Safe and Sound" itu.

Taylor Swift kehilangan kata-kata saat bertemu hingga sepanggung dengan idolanya.

Pria 29 tahun itu bahkan mengaku sudah sekitar 60 kali menghubungi Taylor Swift sejak 27 Januari hingga 16 Februari 2017. Jaffar juga berjanji pada diri sendiri bahwa ia harus bertemu Swift sebelum Hari Valentine untuk berbagi puisi-puisi cintanya.

Pesan aneh lainnya dari Jaffar bertuliskan, "Kau adalah, sekali dan selalu, cahaya terbesar yang akan pernah aku tahu. Aku berjanji akan menjadi yang pantas untukmu." Akhirnya, sebuah laporan menyebutkan bahwa Jaffar didenda US$20 ribu (sekitar 267 juta) dan hakim memberi perintah penahanan serta melarangnya untuk melakukan kontak dengan Taylor Swift.

Tak hanya kali ini saja Taylor Swift dibuntuti oleh penggemar. Pada November 2016 lalu, pria 39 tahun bernama Frank Andrew Hoover ditahan karena mengirimkan rangkaian email aneh kepada ayah Taylor Swift. Ia bahkan mengikuti Swift dan keluarganya ke bandara. Beberapa penggemar juga sempat ditahan setelah memperoleh akses ke berbagai properti milik Taylor Swift.

Artikel Selanjutnya
Taylor Swift Kosongkan Twitter dan Instagram, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
VIDEO: Dukungan Unik Penggemar Taylor Swift di Persidangan Asusila