Sukses

Film Baru Shia LaBeouf Cuma Laku Satu Tiket di Inggris

Liputan6.com, London - Popularitas Shia LaBeouf sebagai seorang aktor Hollywood tampaknya sudah benar-benar padam. Pasalnya, film terbaru yang dibintanginya, Man Down, mendapat kritik pedas dari para pengamat. Ditambah lagi, film tersebut hanya terjual sebanyak satu tiket di bioskop Inggris.

Seperti disampaikan laman ComScore melalui Usatoday.com, Man Down hanya meraih sekitar 7 pound sterling atau sekitar Rp116 ribu selama sepekan penayangannya di Inggris. Padahal di dalamnya, terdapat beberapa bintang top selain Shia LaBeouf, seperti Jai Courtney, Gary Oldman, dan Kate Mara.

Man Down, film yang dibintangi Shia LaBeouf. (thatdarngirlmoviereviews)

Meskipun begitu, Man Down sempat meraup keuntungan sebanyak US$454 ribu atau sekitar Rp6,06 miliar selama tayang di Amerika Serikat secara terbatas pada Desember 2016 lalu. Film ini juga tayang secara on-demand, sehingga angka jumlah penonton tak hanya berasal dari mereka yang membeli tiket di bioskop semata.

Paul Dergarabedian, analis media senior di ComScore, mengatakan bahwa tiket yang terjual sebanyak satu lembar di Inggris itu, dikarenakan film tersebut sudah bisa diakses secara luas. "Saya pikir ini disebabkan telah adanya video rumahan untuk film itu," ujarnya kepada USA Today.

USA Today juga menyampaikan bahwa mereka berusaha untuk menghubungi pihak bioskop yang menayangkan Man Down di Inggris. Namun melalui sebuah surel, pihak manajemen bioskop enggan memberikan komentar apa pun mengenai kabar ini.

Man Down, film yang dibintangi Shia LaBeouf. (digitalfeedmedia.com)

Dalam Man Down, Shia LaBeouf memerankan mantan Marinir yang terguncang setelah ia bertugas di Afghanistan. Film yang disutradarai Dito Montiel ini, kebanyakan mengambil syuting di New Orleans, Louisiana.

Di Rotten Tomatoes, Man Down mendapat skor 15 persen dari 48 ulasan. Sementara di Metacritic hanya meraup nilai 27 berdasarkan 14 kritik. Pengamat dari The Hollywood Reporter mengemukakan bahwa penampilan Shia LaBeouf dalam film ini terlalu berlebihan dengan cara yang keliru dalam membolak-balik genre film perang ke fiksi ilmiah, hingga dari tema keluarga ke arah psikologis.

Artikel Selanjutnya
Fania Nada Penasaran Ingin Nonton Warkop DKI Reborn Part 2
Artikel Selanjutnya
Bruce Springsteen Perpanjang Konser di Broadway