Sukses

10 Lagu Warkop DKI yang Sukses Bikin Sakit Perut

Liputan6.com, Jakarta Warkop DKI, grup lawak legendaris Indonesia, terdiri dari Dono, Kasino, dan Indro. Grup lawak ini merupakan kelanjutan dari grup lawak Warkop Prambors setelah salah satu anggotanya, yaitu Nanu Mulyono mengundurkan diri.

Sebelumnya, Warkop DKI bernama Warkop Prambors, merupakan program siaran radio saat itu. Personel Warkop Prambors ini awalnya demam panggung setiap tampil langsung. Maka radio menjadi pilihan. Lama kelamaan, mereka memberanikan diri melawak di depan orang-orang. Sayangnya, satu anggotanya, yaitu Nanu Mulyono mengundurkan diri.

Setelah merasa punya nyali, Dono, Kasino dan Indreo memberanikan diri tatap muka dengan penonton dengan menggunakan nama yang sama. Akibat memakai nama Prambors selama manggung, mereka harus membayar kepada radio ternama itu.

Akhirnya, Warkop Prambors berubah nama menjadi Warkop DKI, singkatan dari nama Dono, Kasino, Indro. Selain berbagai film yang lucu dengan lawakan segarnya, lagu-lagu milik Warkop DKI juga tak kalah membuat penonton sakit perut akibat tertawa terbahak-bahak. Apa sajakah itu?

1 dari 6 halaman

Feeling dan Warung Kopi

Lagu "Feeling" yang dinyanyikan Kasino di Warkop DKI dalam film Saya Suka Kamu Punya terdengar memiliki lirik yang `nyeleneh`. Lagu dalam bahasa Inggris itu memang terdengar membuai di telinga. Tiba-tiba, Kasino justru menyanyikannya dicampurkan denganlagu dangdut berjudul Rindu. Lagu Feeling dinyanyikan oleh Morris Albert yang rilis 1974 silam.

"Warung Kopi", lagu ini merupakan tema atau soundtrack bagi Warkop DKI. Liriknya merupakan sentilan untuk masyarakat, termasuk pengendara di jalan raya untuk saling menghormati dan jangan membuat polisi membunyikan `sempritan`.

2 dari 6 halaman

Nyanyian Kode dan Ni Zhe Me Shuo

Nyanyian Kode merupakan adaptasi dari lagu Jepang bertajuk Sukiyaki. Namun oleh Dono dan Kasino lagu tersebut diubah, terdengar dengan lirik yang lucu: "Namidana kaodore nario. Yang baju merah jangan sampai lolos". Lagu Nyanyian Kode merupakan salahg satu adegan di film Pintar-Pintar Bodoh saat Kasino dan Dono menyamar menjadi pengamen.

Rupanya Kasino menjadi bintang dadakan di film Sama Juga Bohong. Kasino juga membawakan Let's Rock n Roll yang dinyanyikan dengan gaya `medok`versi Tegal. Kasino menyanyikan dengan gaya yang sangat lucu secara solo.

3 dari 6 halaman

Mama Yu Kero dan Adu Hai

Mama Yo Quiero merupakan lagu yang donyanyikan oleh Carmen Miranda pada 1943 silam. Di tangan pelawak sekelas Warkop DKI, lagu tersebut berubah menjadi banyolan yang mengocok perut dengan lirik yang lucu.

"Mamayukero mamayukero..mamayukero mama..hati..beta hati beta..hati beta ingin kenal dia," sepenggal lirik lagunya saat Warkop DKI menyamar menjadi wanita.

Sementara, lagu Adu Hai dinyanyikan oleh Kasino dengan menampilkan Camelia Malik. Lagu dengan nuansa dangdut ini ada di film Gengsi Dong. 

4 dari 6 halaman

Andeca Andeci dan Ticket to ride - burung kakak tua

Andeca-Andeci merupakan lagu yang ada di film Mana Bisa Tahan. Lagu dengan nuansa dangdut ini dinyanyikan Kasino secara solo dengan berkolaborasi bersama Camelia Malik. Saat menyanyikan lagu ini, Kasinoio tengah mengkhayal tengah berpacaran denga Halimah (Elvi Sukaesih).

Dalam film Dongkrak Antik, Dono, Kasino dan Indro tampil trio membawakan lagu, Ticket to ride yang aslinya dinyanyikan oleh The Beatles, Jali-jali dan burung kakak tua. Penampilan mereka sebagai group `Wah Gede Banget` dengan penampilan tak biasa. Bahkan, mereka juga membawakan (I Can't Get No) Satisfaction milik Rolling Stone.

5 dari 6 halaman

Suzanna dan Mona

Suzanna milik Warkop DKI memang menggelitik. Padahal, lagu Susanna dinyanyikan The Art Company ini merupakan lagu untuk mengungkapkan cinta. Dono, Kasino dan Indro membawakannya di acara ulang tahun Om Sukoco.

"Orang gendut duduk di sofa (rebahan kali rebahan ah). Lagi asik megang bapkao. Kita di sini pada ngamen yang di dapur megang piso (hati-hati ke iris de) tamunye banyak tamu dan om..banyak juga orang kulon (bule-bule) susanna...susanna...susanna wo ai ni i cen pei," sepenggal lirik Suzanna dengan logat Betawi oleh Kasino yang akhirnya malah bergaya Minang.

Terakhir adalah lagu Mona yang dinyanyikan Warkop DKI dalam penggalan adegan di film Kesempatan Dalam Kesempitan. Vokal Kasino yang nampak nge-rock saat menggoda wanita, ternyata gagal total. Alasannya, lirik lagu Mona justru membuat pendengar tertawa geli.

"Monaaaaa… kini aku datang kepadamu. Mona.. Mona.. Mona.. Mona.. Mona.. Untuk mohon maaf atas kekurang ajaran temanku. Yang telah mengatakan bahwa kakimu seperti tales Bogor. Dan jarimu seperti pisang raja. Raja sere.. raja gila.. raja lenong," sedikit lirik lagu Mona.

 

 

 

Artikel Selanjutnya
Single Anyar Wizzy dan Izza Digarap 12 Produser
Artikel Selanjutnya
Dogies Barks, Pecinta Anjing yang Cinta Musik Punk