Sukses

Maju Pilkada Bekasi, Lucky Hakim Siap Mundur dari DPR

Liputan6.com, Jakarta Lucky Hakim digadang-gadang maju dalam Pilkada kota Bekasi 2018. Tahapan Pilkada pun sudah mulai dilakukan tahun ini. Para kandidat lain pun sudah bergerilya mengatur strategi untuk meraih kemenangan di ajang pemilihan Kepala Daerah itu.

Lucky Hakim (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Mantan aktor sinetron kelahiran Cilacap 37 tahun silam ini memang pernah mengikuti Pilwalkot kota bekasi tahun 2012. Tapi kala itu Lucky Hakim belum berhasil memenangkan pertarungan untuk menjadi orang nomer satu di Kota Bekasi. Namun demikian, kekalahannya pun dirasa cukup membanggakan karena perolehan suaranya cukup besar apalagi saat itu Lucky Hakim melawan incumbent.

"Saya memang sudah dihubungi beberapa pihak untuk diajak ikutan Pilkada kota Bekasi kayak waktu 2012. Dulu alhamdulillah membanggakan karena melawan incumbent tapi saya dapat suara banyak, nah sekarang diajak ikutan lagi tapi saya kan sekarang sedang menjabat sebagai anggota DPR jadi urusan ini saya serahkan pada keputusan Partai dan tentunya bagaimana nanti Ketua Umum saya saja. Kalau Pak Zulkifli Hassan perintahkan saya ya Insya Allah saya sami'na wa ato'na," ujar Lucky Hakim kepada wartawan, belum lama ini.

Dilihat dari UU pemilu, memang mengharuskan Lucky mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR jika mengikuti Pikada kota Bekasi. Pria yang hobi naik sepeda ini menjawab dengan tegas bahwa dirinya sudah siap.

"Ya kalau memang diperintahkan partai untuk maju Pilkada dan memang Undang-Undang mengharuskan saya mengundurkan diri ya Insya Allah saya siap lengser keprabon dari DPR dan membangun kota Bekasi demi menyejahterakan masyarakat," ujar pria yang juga menjabat Waseksend PAN ini.

Ketika ditanya dari parpol mana saja dia akan maju pilwalkot Bekasi, Lucky Hakim menjawab semua kemungkinan bisa jadi seperti di DKI atau tidak menutup kemungkinan malah dengan partai lain.

Lucky Hakim (istimewa)

"Ya koalisi DKI memang lagi hangat-hangatnya tapi belum tentu di Bekasi seperti itu, nanti kan tentu ada masukan dari DPD dan DPW, kalau koalisi permanen atau serentak se-Indonesia saya belum bisa tahu, itu urusan para Ketua Umum Partai tentunya, tapi namanya juga politik bisa banyak terjadi akrobat dan sangat dinamis," tutup Lucky Hakim.

Artikel Selanjutnya
Staf Khusus Jokowi Maju di Pilkada Papua 2018
Artikel Selanjutnya
PAN Kembali Lirik Desy Ratnasari untuk Maju di Pilgub Jabar