Sukses

Chester Bennington Alami Tekanan Batin di Album Terakhir

Liputan6.com, Los Angeles - Kematian Chester Bennington, vokalis Linkin Park sangat mengejutkan publik. Ia ditemukan tewas gantung diri di kediamannya, di Palos Verdes Estates, L.A. County, pada Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Menyusul kematian Chester Bennington, Linkin Park merilis sebuah videoklip teranyar berjudul "Talking To Myself".

Lagu ini kemudian dikaitkan dengan kematian Chester Bennington. Banyak yang memperkirakan, Chester Bennington memberikan banyak tanda bahwa ia tengah menuangkan kepedihannya dalam lagu tersebut.

"Kenyataannya, Anda telah berubah menjadi orang lain. Anda tetap berlari seperti langit yang jatuh. Aku bisa berbisik, aku bisa berteriak. Tapi aku tahu, ya aku tahu, ya aku tahu, aku hanya berbicara dengan diriku sendiri. Berbicara sendiri," kata Chester Bennington dalam lagu tersebut.

Belum diketahui jelas penyebab Chester Bennington mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, banyak yang beranggapan bahwa Chester mengalami tekanan batin setelah meluncurkan album terbaru Linkin Park berjudul One More Lights.

Album tersebut sangat berbeda dari album-album Linkin Park terdahulu. Tak sedikit pula para penggemarnya yang merasa kecewa atas musikalitas Linkin Park dalam album terbaru ini. 

Bahkan banyak yang mengatakan bahwa album One More Night menjadi album yang paling mengecewakan. Apakah benar album tersebut menjadi salah satu faktor Chester Bennington mengakhiri hidupnya?

"Siapa yang peduli jika satu lampu lagi padam? Baiklah, saya akan lakukan," nyanyian Chester Bennington dalam lagu "One More Night".

Selamat jalan Chester Bennington.

Artikel Selanjutnya
Baru Rilis, Album Kesha Langsung Ludes
Artikel Selanjutnya
Lima Tahun Vakum, Pink Kembali Gebrak Industri Musik