Sukses

Disebut Casting Anak dengan Cara Kejam, Ini Reaksi Angelina Jolie

Liputan6.com, Los Angeles - Baru-baru ini Angelina Jolie menjadi perbincangan publik. Bukan karena drama perceraiannya dengan Brad Pitt, melainkan karena proses pemilihan pemain anak dalam film terbaru yang ia sutradarai, First They Killed My Father.

Ia dinilai telah berlaku kejam terhadap anak-anak yang ia casting, apalagi anak-anak yang berasal dari Kamboja tersebut memiliki latar belakang yang sulit. Bahkan, tak sedikit yang merupakan anak yatim piatu.

Sebuah artikel di Variety menyebutkan bahwa saat memilih pemeran anak-anak untuk film ini, casting director meletakkan sejumlah uang di atas meja, dan meminta sang anak untuk memikirkan apa yang ingin ia lakukan dengan uang itu. Begitu uang tersebut diambil sang anak, sang casting director berpura-pura menangkap anak tersebut dan meminta uangnya dikembalikan.

Dalam artikel ini, Angelina Jolie menyebut teknik ini efektif dalam menunjukkan rasa kesakitan yang disimpan anak-anak ini. Namun banyak orang yang menilai cara tersebut kejam, karena mempermainkan psikologis anak-anak kurang beruntung dengan uang.

Dilansir dari Mirror, Senin (31/7/2017), Angelina Jolie lantas menjawab kritikan ini dalam sebuah hak jawab di Variety. "Pernyataan bahwa uang sungguhan diambil dari anak-anak dalam audisi ini salah dan mengecewakan," tulisnya. "Aku juga bakal marah kalau ini terjadi," kata dia.

Angelina Jolie menjelaskan bahwa pernyataan soal pemilihan pemain anak yang kontroversial itu, adalah latihan improvisasi dari sebuah adegan di film ini.

Ia juga kembali mengingatkan tujuan pembuatan film tersebut. "Tujuan film ini adalah untuk memberikan perhatian atas kengerian yang dihadapi anak-anak dalam peperangan, dan membantu untuk melindungi mereka."

Film First They Killed My Father sendiri diangkat berdasarkan memoar mengenai genosida terhadap para aktivis hak asasi manusia Kamboja, termasuk teman Jolie, Loung Ung. Kisah film ini menceritakan tentang pembantaian di Kamboja oleh partai komunis Khmer Merah pada 1975-1979.

Pembantaian tersebut menewaskan lebih dari dua juta orang dari tujuh juta penduduk, termasuk orangtua Ung dan dua saudara perempuannya. Film ini telah tayang di Netflix sejak Februari 2017.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Ini 5 Perempuan di Dunia Nyata yang Menyerupai Boneka
Artikel Selanjutnya
Tunjukkan Kelebihan, 6 Artis Cantik Ini Berani Tampil Seksi