Sukses

Sound of Tri Hadirkan Kolaborasi Musik Etnik dan Modern

Liputan6.com, Malang Musik tidak hanya sekadar hiburan, tapi juga sarana aktualisasi diri. Lihat saja, kini generasi milenial pun berbondong-bondong menyalurkan ambisi mereka dalam bermusik.

Lewat konser "Sound of Tri", salah satu operator seluler di Indonesia mencoba mewujudkan ambisi kaum milenial tersebut. Sebelum acara puncak pada Sabtu, (12/8/2017), pihak operator telah mengadakan kompetisi musik yang audisinya tersebar di 13 kota.

"Kita menyerukan ambisi anak muda karena kami selalu berkomitmen supaya mereka anak muda bisa menyalurkan ambisinya. Dengan adanya acara ini, kami ingin mereka terpacu," papar Dolly Santoso saat ditemui di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Jumat (12/8/2017).

Antusiasme publik terhadap kompetisi ini pun di luar dugaan. Terhitung ada sekitar 300 band yang mengikuti audisi "Road to Sound of Tri" ini.

Dari 300 kemudian dipilih 10 besar dan empat band terbaik mendapat kesempatan manggung di "Sound of Tri" di Malang, Jawa Timur. Dua di antaranya, yakni Garamerica dari Bandung dan Sumber Kencono dari Malang.

"Sepuluh yang terbaik akan dibuatkan album lagu mereka dan itu bukan lagu biasa. Mereka harus membuat lagu yang mengolaborasikan musik etnik dari kotanya masing-masing dengan musik modern," tambah Head of Brand Communication Tri Indonesia, Fahroni Arifin.

Garamerica merupakan duo akustik yang digawangi Dery Fauzan (gitar dan vokal) serta Putri Ain (vokal). Keduanya membawakan lagu ciptaan mereka bertajuk "Romansa Asia Afrika" di "Sound of Tri" Malang.

Sementara, Sumber Kencono adalah band yang mengusung warna musik pop, RnB, jazz, funk serta etnik. Uniknya, band yang terbentuk sejak 2013 itu menggunakan ember plastik sebagai salah satu alat musik andalan mereka.

"Ember itu membuat kami jadi lebih cepat terkenal," jelas Sokran, gitaris Sumber Kencono.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Jazz Gunung Bromo 2017 Dekatkan Penikmat Musik dengan Alam
Artikel Selanjutnya
Bermodal Pensil Warna, Seniman Ciptakan Lukisan bak Nyata