Sukses

Miss Earth Indonesia 2017 Usung Tema dari Keraton Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta - Miss Earth 2017, Michelle Victoria Alriani mewakili Indonesia ke ajang Miss Earth Internasional di Filipina. Perempuan yang fasih berbahasa Indonesia, Jepang, Prancis, dan Inggris ini akan mengusung filosofi Jawa Hamemayu Hayuning Bawono pada kontes Putri Lingkungan Hidup Sedunia.

Konsep dituangkan lewat busana yang dikenakan perempuan berusia 20 tahun saat mengikuti Miss Earth Internasional pada November mendatang.

Miss Earth 2017, Michelle Victoria Alriani (Switzy Sabandar/Liputan6.com)

Hamemayu Hayuning Bawono bermakna usaha manusia untuk memperindah keindahan dunia. Dunia bersifat komprehensif yang mencakup kehidupan pribadi manusia (bawana alit), bangsa dan dunia (bawana ageng), dan dunia akhirat yang kekal (bawana langgeng).

Terkait dengan lingkungan hidup, filosofi ini memaparkan lingkungan hidup yang kompleks. Hal itu mencakup dimensi budaya dan dimensi spiritual yang harus dipercantik oleh insan yang berperasaan halus dan berjiwa luhur.

"Busana merupakan ungkapan doa yang lahir dari batin yang suci," ujar Michelle dalam jumpa pers di Indische Koffie Yogyakarta, Selasa (12/9/2017).

Michelle akan tampil dengan busana yang dirancang penuh makna luhur. Seperti warna putih menggambarkan kesucian hati, warna soft pink dan soft green melambangkan kelembutan batin, ornamen bunga menyimbolkan harapan dan kecantikan, serta ornamen burung yang berkaitan dengan ungkapan Golekana Tapake Kuntul Mabur (carilah telapak kaki burung yang sedang terbang). Ungkapan itu melambangkan pribadi luhur yang hidupnya tidak terjerat oleh hawa nafsu duniawi dan hanya berorientasi menyembah Tuhan serta melayani sesama.

"Saat dunia mengusung pemikiran modern untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup, saya menawarkan solusi alternatif berupa kearifan lokal," kata mahasiswi Fakultas Hukum UGM ini.

Miss Earth 2017, Michelle Victoria Alriani (Instagram)

Dalam persiapan menghadapi ajang Miss Earth Internasional 2017, Michelle tidak bekerja sendiri dan dibantu oleh tokoh budaya Yogyakarta KPH Wironegoro. Untuk pembekalan busana Michelle, Wironegoro memimpin tim perancang busana dan perhiasan, antara lain, Idha Jacinta, Devina A, Yenny Lee, Debby Setyo, dan Jenny S.

"Sejauh ini empat besar kontes kecantikan dunia kebanyakan mempromosikan ide-ide barat. Namun Michelle mengusung budaya Ngayogyakarto Hadiningrat di kancah global," ucap KPH Wironegoro.

Artikel Selanjutnya
RI Raih Juara 3 di Festival Musik Tradisional Uzbekistan
Artikel Selanjutnya
Jelang F8, Pantai Losari Makassar Bersolek