Sukses

Lagu Uptown Funk Hasil Plagiat, Bagaimana Nasib Bruno Mars?

Liputan6.com, Jakarta - "Uptown Funk" yang diciptakan Mark Ronson, dinyanyikan oleh Bruno Mars memang sempat menjadi fenomena. Lagu tersebut bahkan berhasil meraih penghargaan Grammy Awards 2016 sebagai Record of the Year.

Lagu yang rilis pada tahun 2015 ini mampu mengalahkan pesaingnya seperti D'angelo and the vanguard, Ed Sheeran, Taylor Swift dan The Weeknd. Sayangnya, kabar tak menyenangkan melanda, "Uptown Funk" dianggap sebagai karya plagiat dari lagu klasik.

[Bintang] Mark Ronson & Bruno Mars

Produser musik asal Inggris bahkan melayangkan gugatan kepada Mark Ronson, membeberkan beberapa bukti, diwartakan Dailymail, Rabu (13/9/2017). Lagu "More Bounce To The Ounce" yang dinyanyikan Roger dan Zapp yang disebut sebagai karya aslinya.

Vokal Bruno Mars juga disebut-sebut memiliki kesamaan sebanyak 48 detik dengan "More Bounce To The Ounce" yang rilis 1980 silam. Dalam dokumen pengadilan tertulis, Mark Ronson terinspirasi dari Roger dan Zapp.

Hingga saat ini, kasusnya disebut-sebut masih terus diselidiki pengadilan setempat. Bruno Mars tidak dituntut karena dianggap hanya menyanyikan lagu tersebut. Tidak diketahui bagaimana nasib Mark Ronson sebagai pengarang lagu apabila terbukti melakukan plagiat.

Roger, nama aslinya Roger Troutman, pentolan band beraliran funk, Zapp. Roger meninggal dunia pada usia 47 tahun pada 1999 silam.

Lagu "More Ounce To The Bounce" merupakan karya yang legendaris, berada di deretan tangga lagu ternama Billboard Hot 100. Lagu tersebut juga menjadi contoh bagi karya lainnya di industri musik bagi sederet artis ternama, seperti ublic Enemy, Ice Cube, Notorious BIG, Snoop Dogg.

    Artikel Selanjutnya
    Lagi, Taylor Swift Sindir Deretan Mantan Kekasih di Lagu Baru
    Artikel Selanjutnya
    Rajai Inggris, Lagu Baru Taylor Swift Dapat Kritikan Pedas