Sukses

Selain Akad, Ini 6 Lagu Manis Payung Teduh yang Wajib Didengar

Liputan6.com, Jakarta - Walau sudah lama bergelut di dunia musik, nama Payung Teduh kini melambung tinggi lantaran lagunya yang bertajuk "Akad" menjadi sorotan publik, terutama oleh anak-anak muda.

Lagu "Akad" sendiri dikemas dengan musik pop indie dan jazz yang bernuansa ceria. Ciri khas liriknya yang begitu simpel tapi tetap puitis juga menjadi nilai tersendiri. Tak heran kalau lagu ini menduduki puncak chart di beberapa radio swasta sejak dipublikasikan pada Juni 2017 lalu.

Payung Teduh di ajang Soundrenaline 2017

Payung Teduh ini merupakan band indie Indonesia yang mencampurkan elemen musik folk, keroncong, dan jazz yang terbentuk sejak 2007. Payung Teduh dibentuk oleh Is (Mohammad Istiqamah Djamad) dan Comi (Comi Aziz Kariko).

Tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito (Alejandro "Cito" Saksakame) untuk bergabung bersama sebagai drumer, kemudian mengajak Ivan (Ivan Penwyn) sebagai pemain gitar lele pada tahun 2010. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung 2010.

Payung Teduh memiliki banyak kenangan kampus, khususnya Universitas Indonesia (UI)

Pada album pertamanya, bisa dibilang bahwa karakter musik yang dibawakan Payung Teduh layaknya musik dari era 1960-an yang kental akan balutan keroncong dan jazz. Payung teduh sendiri percaya bahwa mereka tidak akan hanya berhenti di satu genre tertentu, tetapi mereka akan bermusik dengan ciri yang sudah mereka usung.

Sudah sepuluh tahun lamanya Payung Teduh bermusik dan pastinya mereka pernah merilis beberapa lagu yang tak kalah menyejukkan dari "Akad". Berikut adalah enam lagu Payung Teduh lainnya yang wajib untuk didengarkan para pencinta musik Tanah Air. (Khansa Olivia)

Saksikan juga video berikut ini:

1 dari 7 halaman

1. Kucari Kamu

Foto profil Payung Teduh dan Sore (Galih W. Satria/bintang.com)

Lagu ini seperti menceritakan sang penyanyi yang sedang mencari sesuatu atau seseorang. Dengan petikan gitar yang sangat kental, juga alunan melodi yang begitu pelan, membuat lagu ini cocok untuk menemani kesendirian. Walau terdengar menenangkan, ternyata lagu ini memiliki lirik puitis yang bisa dibilang bikin galau. Berikut penggalan lirik yang bisa bikin kamu berandai-andai:

"Kucari kamu.. dalam setiap jejak.. Seperti aku yang menunggu.. Kabar dari matahari..

Aku cari kamu.. Di setiap malam yang panjang..

Aku cari kamu.. Kutemui kau tiada."

2 dari 7 halaman

2. Untuk Perempuan Yang Sedang Ada Dalam Pelukan

Sore dan Is Payung Teduh berkolaborasi di Alpus Inc 5 (Galih W. Satria/Bintang.com)

Walau lagu ini hanya memiliki tiga bait, maknanya begitu sulit untuk dicerna. Bahkan judul lagu ini sendiri pun dapat bermakna ganda. Masih dengan ciri khasnya, lagu ini terbilang mempunyai lirik yang lebih puitis dibandingkan "Kucari Kamu". Lagu ini senantiasa menunjukkan rasa kasmaran yang dialami oleh sang penyanyi ke seorang wanita, walau di penghujung dilanda oleh rasa cemas. Lagu dengan lantunan ceria ini menjadi salah satu lagu Payung Teduh yang difavoritkan oleh para penggemarnya.

3 dari 7 halaman

3. Angin Pujaan Hujan

Payung Teduh sangat senang tampil di Bali karena ramai penonton dan semua hafal lagu mereka.

Dimulai dengan petikan gitarlele yang senantiasa membawa warna cerah bagi lagu ini, ternyata makna yang ditunjukkan dari lirik lagu ini tak seindah melodi yang dilantunkan. Lirik yang masih puitis dengan sedikit bumbu metafora ini menceritakan sang penyanyi yang sangat rindu kepada sang wanita pujaan. Sang penyanyi bak menunggu sang pujaan, tetapi berakhir nahas karena sang pujaan tetap tidak datang dan rindu yang ia rasakan berakhir kesedihan.

4 dari 7 halaman

4. Tidurlah

Foto profil Payung Teduh dan Sore (Galih W. Satria/bintang.com)

Lagu ini mempunyai suasana yang sama seperti "Kucari Kamu", dengan petikan gitar yang sejuk dan melodi yang pelan sembari mengambil tema malam. Lagu ini sekilas sangat cocok untuk menemani waktu menjelang tidur, tetapi liriknya bak menceritakan makna tersirat yang cukup dalam dan cukup sulit untuk diinterpretasikan. Salah satu contoh liriknya adalah sebagai berikut:

"Dan pagi takkan terisi lagi
Lonceng bertingkah sebagaimana mestinya
Membangunkan orang tanpa membagi
Sedikit asmara untuk memulai hari."

5 dari 7 halaman

5. Berdua Saja

Masih mengangkat kisah cinta, lagu ini bisa dibilang tidak terlalu memakai kata-kata puitis yang tersirat. Lagu "Berdua Saja", sesuai dengan judulnya, menceritakan tentang dua insan yang sedang berduaan di malam hari. Sang penyanyi seperti ingin menyatakan perasaannya kepada seseorang, tetapi masih belum memiliki keberanian untuk melakukannya. Suara vokal Is yang begitu khas semakin membuat lagu ini berhasil menyampaikan rasa malu-malu yang dialami karakter utama.

Is Payung Teduh

"Malam jadi saksinya
Kita berdua diantara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban
Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya."

6 dari 7 halaman

6. Masa Kecilku

Sama seperti "Akad", lagu ini memiliki lirik yang begitu simpel dan sangat jelas maknanya. Sesuai dengan judulnya, sang penyanyi menceritakan kenangan saat masa kecilnya tersebut.

Payung Teduh pilih musim hujan saat rilis album

"Terkenang masa masa kecilku
Senangnya aku slalu di manja
Apa yang ku minta selalu saja ada
Dari mama dari papa
Cium pipiku dulu

Saat ku tiba berulang tahun
Senangnya hadiahku boneka
Lucunya kusuka sampai kini ku suka
Kini aku tlah dewasa
Boneka ku bawa slalu."

Kerinduannya terhadap masa kecilnya sangat tergambar dari lirik, juga lantunan melodi yang ceria didominasi dengan suasana jazz. Lagu yang sangat cocok untuk bernostalgia.

Artikel Selanjutnya
Kuis Lagu "Bukti" Virgoun : Ayo Susun Lirik Lagu untuk Sang Idola
Artikel Selanjutnya
Cerita Unik di 5 Lagu Baru Maliq & D'Essentials