Sukses

Slank dan Zastrouw Kolaborasi Musik dan Tausiah

Liputan6.com, Jakarta  

Setelah Ciamis dan Brebes, grup band Slank melanjutkan tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam yang terletak di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jumat (15/09/2017).

Slank mengaku tiap kunjungan ke pesantren memiliki makna istimewa, tak terkecuali ponpes Darussalam, Subah. Vokalis Slank, Kaka mengungkapkan alasannya. "Kita masuk pondok pesantren Darussalam dengan menembus hutan. Ini baru pertama kali Slank mau manggung lewat hutan dulu," ujar Kaka dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (16/9/2017).

Slank dan Zastrouw Kolaborasi

Tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan merupakan rangkaian tur Slank ke pondok pesantren di 4 kota, didukung oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, dan diisi dengan acara bazaar rakyat minyak goreng murah, dialog budaya dan kebangsaan, serta pertunjukan musik.

Di pelataran pondok pesantren, digelar dialog budaya dan kebangsaan bersama para santri. Dimoderasi oleh budayawan Zastrouw Al Ngatawi, dialog berlangsung dengan akrab dan santai.

Zastrouw mengingatkan kepada para santri untuk mewaspadai bahaya terorisme dan narkoba sebagai racun mematikan bagi generasi muda yang dapat merusak hati dan jiwa. Paham agama dan kebangsaan dapat dijadikan tameng untuk menangkal pengaruh negatif tersebut.

"Aqidah ahlussunah wal jama'ah dapat dipakai untuk merajut persaudaraan dan keberagaman di bumi Indonesia ini untuk memperkuat jiwa Pancasila yang merupakan hasil ijtihad para ulama dan kyai," ujar Zastrouw.

Irsyal Yasman, Deputy Director APP Sinar Mas memaparkan alasan mengapa pihaknya bersama Slank menggelar tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan ini.

"Mengapa Slank? Karena menggunakan bahasa sederhana dan bisa dipahami oleh kita semua, yaitu musik, yang membawa kita untuk mengingat kembali bahwa kita bangsa besar dan mempunyai potensi yang luar biasa. Sinar Mas ingin turut ambil bagian dengan berbagi berkah, mulai dari satu pesantren satu ke pesantren lainnya," tutur Irsyal.

Dalam sesi tanya jawab dengan santri, Bimbim menyebut arti pentingnya kunjungan ke pesantren sebagai bagian dari rangkaian tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan

"Pesantren adalah benteng moral Republik Indonesia. Masuk ke pesantren adalah salah satu hal paling mulia untuk membetulkan moral dan semangat manusia," ujarnya.

Acara pamungkas adalah pertunjukan musik oleh Slank. Lapangan ponpes Darusslam tampak dipadati oleh santri dan Slankers yang tidak hanya datang dari Batang, namun juga kota sekitar seperti Indramayu, Cirebon, Tegal, Pemalang, Kendal, Semarang, Demak, Pati, sampai dengan Lamongan.

Uniknya setiap jeda beberapa lagu, Zastrouw Al Ngatawi menyisipkan tausiah kepada para penonton, lewat lagu yang ia dendangkan maupun interpretasi makna lagu yang dibawakan Slank malam itu.

Sementara lewat lagu 'Doa', Slank menurut Zastrouw ‘berfatwa’ bahwa dalam kehidupan ini setiap kegiatan harus diawali dengan doa, karena doa adalah senjata bagi orang beriman.

Melalui lagu 'Virus', Zastrouw berpendapat bahwa itu adalah peringatan dari Slank agar kita senantiasa menebar virus kebaikan, melawan virus keburukan yang berhamburan utamanya melalui media sosial berupa hasutan, fitnah, maupun berita hoaks.

Artikel Selanjutnya
12 Band Kolaborasi di Album Urban GiGs X Unreleased Project
Artikel Selanjutnya
Selain Konser, Slank Juga Akan Bagi-Bagi Alquran di Pesantren