Sukses

Apa Alasan Film Turah Gunakan Bahasa Dialek Tegal?

Liputan6.com, Tegal - Film Turah dari sutradara Wicaksono Wisnu Legowo, diputuskan sebagai wakil Indonesia yang akan dikirim ke Piala Oscar 2018. Film ini memiliki keistimewaan tersendiri, yakni menggunakan bahasa Tegal sebagai dialognya. 

  

Wisnu menyebutkan alasan mengapa ia menggunakan bahasa Tegal dalam film ini. Menurut dia, penggunaan bahasa dialek Tegalan pada film Turah memang erat kaitannya dengan asal usul dan konsep film tersebut.

"Jadi lebih pada materi pemain yang kami punya. Dari kecil mereka sudah menggunakan bahasa Tegal sebagai bahasa sehari-hari, bahasa Tegal menjadi bahasa ibu bagi mereka," kata dia kepada Liputan6.com, Kamis 21 September 2017.

Wisnu menerangkan, penggunaan bahasa dan dialek Tegalan ini diyakini akan memudahkan pemain yang terdiri dari sineas muda, jurnalis dan warga asli Kota Tegal. "Bayangan saya, dengan menggunakan bahasa ibu jadi sedikit memudahkan mereka, sehingga mereka bisa menggali hal-hal lain yang berhubungan dengan karakter juga narasi film Turah," kata Wisnu menambahkan.

(Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Selain menjadi wakil resmi Indonesia dalam Piala Oscar 2018, film Turah sudah menyabet tiga penghargaan di ajang perfilman internasional. Di antaranya, Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival. Kemudian kategori Asian Feature Film Special Mention diraih dalam Singapore International Film Festival.

Sayangnya, film Turah memang terbilang kurang sukses secara komersial.  Kurang dari sepekan tayang di layar lebar, jumlah penonton film berdurasi 83 menit ini tak sampai 10 ribu orang. (Fajar Eko Nugroho)

 

Artikel Selanjutnya
Hapalkan 8 kosakata Ini Kalo Mau Dibilang Anak Gaul
Artikel Selanjutnya
5 Aplikasi Penerjemah Terbaik untuk Traveler