Sukses

Paduan Suara Musik Tiup ala Blow Rhythm

Liputan6.com, Jakarta - Kemeriahan musik Indonesia tak lengkap rasanya kalau musikus atau grup dengan konsep unik tak pernah eksis. Belakangan, muncul sebuah grup musik bernama Blow Rhythm dengan mengusung tema yang terbilang unik dan langka.

Blow Rhythm adalah kelompok wind section independen yang berasal dan berdomisili di Jakarta. Keunikan dari Blow Rhythm terletak pada konsepnya yang menggabungkan permainan alat musik tiup dengan choir atau yang lebih akrab disebut "paduan suara". Ini menjadi yang pertama kalinya di Indonesia konsep seperti itu dimunculkan.

Grup musik Blow Rhythm. (Enam Satu Organize)

Dipimpin oleh Rahmat Dwi Saputra sebagai music director, Blow Rhythm memiliki visi dan misi utama. Mereka berniat menjadi bagian dari industri musik di Indonesia sekaligus wadah bagi para musikus alat tiup untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta potensi seluruh anggotanya demi menjadi musikus profesional.

Anggota Blow Rhythm sendiri berasal dari seleksi ketat yang dilewati melalui audisi khusus. Syarat untuk menjadi anggota Blow Rhythm, calon anggota harus bisa memainkan alat musik tiup pilihannya sesuai partitur yang telah ditentukan oleh penguji. Meskipun bukan syarat yang paling utama dalam pemilihan, calon anggota diharuskan dapat bernyanyi.

Dalam kurun waktu hampir setahun, Blow Rhythm sudah memiliki 13 anggota. Mereka adalah Carlito Eldi Liawan, Cliff Ezra, dan Andaru Dwi Putra pada terompet; Daniel Kristanto dan Agatha Roulina pada alto saksofon; Ima Amrida dan Bella Monalista pada mellophone; Joshua Ricardo pada tenor saksofon; Tito Maharaja dan Kamal Zidane pada klarinet; Rachmat Hidayat pada tuba; Muhammad Husain pada piano; dan Antonius pada drum.

 

 

1 dari 3 halaman

Berlatih Vokal

Grup musik Blow Rhythm. (Enam Satu Organize)

Dalam pertemuan rutin mereka yang diadakan seminggu sekali, para anggota Blow Rhythm diwajibkan untuk berlatih alat musik yang didampingi oleh Rahmat Dwi Saputra selaku arranger musik. Mereka juga berlatih vokal yang dibimbing oleh Tanti Hudoro (Bianglala). Latihan tersebut dilakukan di Studio C Pro yang terletak di Manggarai.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh Blow Rhythm bukanlah lagu ciptaan sendiri, melainkan tembang-tembang yang sudah terkenal namun diaransemen ulang oleh Rahmat Dwi Saputra. Hal itu dilakukan agar perpecahan harmoni antar alat musik tiup terdengar merdu.

Di tengah-tengah lagu tersebut, terdapat momen ketika para anggotanya melepaskan alat tiup mereka dan beralih menjadi penyanyi sesuai konsep yang dibangun. Ada beberapa lagu yang akan mereka bawakan, di antaranya adalah lagu-lagu populer sepanjang waktu seperti "Happy" karya Pharel William; "Autumn Leaves" dan "L.O.V.E" karya Nat King Cole; "Masquenada" karya Sergio Mendes; dan "Closer" karya The Chainsmokers.

2 dari 3 halaman

Dedikasi

Grup musik Blow Rhythm. (Enam Satu Organize)

Berkat para pelatih yang berdedikasi, anggota yang berkomitmen tinggi, dan manajemen yang handal, Blow Rhythm sudah berkembang cukup pesat di usianya yang terbilang dini. Blow Rhythm sudah menjadi bintang tamu di beberapa acara seperti Jajan Jazz, dan Ngabuburit di Masjid Istiqlal selama empat hari.

Blow Rhythm sudah mendapatkan beberapa penghargaan di ajang Indonesia Band Concert Competition yang diselenggarakan Music Gear Indonesia pada Agustus 2017. Sebut saja peringkat dua konduktor terbaik, peringkat dua musikalitas terbaik, peringkat pertama ensemble terbaik, peringkat pertama musik terbaik dan peringkat pertama Indonesia Band Concert.

Selain itu, Blow Rhythm menjadi group musik tiup pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat London College Music dari University of West London. Blow Rhythm akan terus berkembang hingga menjadi kelompok musisi tiup profesional dan diakui di industri musik Indonesia dan seluruh dunia.

Artikel Selanjutnya
G-Dragon Sukses Pukau Penggemar dengan Gaya Busana Swag
Artikel Selanjutnya
Eunha GFriend Nyanyikan Lagu Band Indonesia Mocca