Sukses

Ungkapan Dukacita Seleb Dunia atas Penembakan Massal Las Vegas

Liputan6.com, Los Angeles - Penembakan massal Las Vegas yang terjadi pada 1 Oktober kemarin menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat Amerika Serikat. Apalagi insiden yang memakan 59 korban jiwa dan melukai 500 lainnya ini merupakan insiden penembakan massal terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah modern Amerika Serikat.

	Pengunjung mengenakan kursi roda menghindar saat terjadi penembakan di Las Vegas, Nevada (1/10). Pelaku penembakan disebut menembak seorang petugas keamanan dan polisi setempat. (David Becker/Getty Images/AFP)

Banyak selebritas dunia yang mengungkapkan belasungkawa terhadap para korban penembakan massal Las Vegas. Mereka menggunakan media sosial untuk menuangkan simpati dan emosi mereka terkait kejadian berdarah tersebut. Salah satunya adalah Jason Aldean, pengisi acara festival musik tempat insiden ini terjadi. Insiden itu terjadi persis saat Jason Aldean tengah manggung. 

 "Malam ini sangat mengerikan. Saya masih belum tahu harus berkata apa, tapi ingin memberi tahu semua orang bahwa saya dan kru saya selamat. Saya memikirkan dan berdoa untuk semua orang yang terlibat malam ini. Sangat menyakitkan hati saya bahwa ini terjadi pada orang-orang yang baru saja keluar untuk menikmati malam yang seharusnya menyenangkan," tulis Jason dalam Instagram pribadinya, Senin (2/10/2017) dini hari, seperti dilansir dari People.

Selain Jason Aldean, beberapa penyanyi papan atas juga menuliskan dukacitanya atas penembakan massal Las Vegas lewat kicauan di media sosial Twitter.

1 dari 2 halaman

Taylor Swift Merasa Tak Berdaya

Taylor Swift menuliskan di kicauannya, "Tidak ada kata-kata untuk mengungkapkan ketidakberdayaan dan kesedihan yang dirasakan hati saya yang hancur atas para korban di Vegas dan keluarga mereka."

Kelly Clarkson juga menuliskan, "Hatiku hancur untuk semua orang di Vegas malam ini. Cukup menghancurkan. Begitu banyak yang hilang."

 (AP Exchange/Evan Agostini/Invision)

Pelantun lagu hits "Umbrella", yaitu Rihanna, juga menuliskan, "Mengirimkan doa untuk semua korban & orang yang mereka cintai, juga untuk penduduk & pengunjung Las Vegas! Ini adalah tindakan teror yang mengerikan!!"

Bahkan, salah satu produser musik elektronik dan DJ, Marshemello, harus membatalkan penampilannya yang tadinya akan diadakan di klub malam XS di hotel Wynn di Las Vegas di hari Minggu malam. Menyusul pembatalan tersebut, Marshmello juga mengungkapkan simpatinya kepada para korban insiden tersebut.

Lewat kicauan di Twitter, ia menuliskan, "pertunjukan malam ini dibatalkan, silakan menetap di kamar atau rumah Anda masing-masing. Doa untuk semua orang, aku mencintai kalian."

Selain itu, dalam kicauannya, Lady Gaga bahkan menekankan aspek politik dan menyebut insiden ini sebagai terorisme. "Ini adalah terorisme, titik. Teror tidak memandang ras, jenis kelamin, atau agama. Demokrat & Republik silahkan bersatu sekarang #kontrolsenjataapi," tulisnya.

(Instagram/ladygaga)

Terkait insiden tersebut, saksi mata melaporkan bahwa seorang pria bersenjata terus melancarkan peluru selama kurang lebih dua jam kepada penonton. Banyak yang terjebak di tempat konser saat polisi mencari pria bersenjata tersebut.

Namun, para petugas polisi SWAT kemudian berhasil menemukan sang penembak massal Las Vegas, di kamar hotel lantai 32 Mandalay Bay Casino. Ia ditemukan telah tewas setelah menembak dirinya sendiri. Pelaku diidentifikasi sebagai seorang pria bernama Stephen Paddock (64) dari Mesquite, Nevada. (Khansa Olivia)