Sukses

Serba-serbi LIDA: Dukungan Stasiun Radio Bengkulu di LIDA

Liputan6.com, Jakarta Menjaring bakat-bakat di bidang musik dangdut sudah dimulai Indosiar sejak beberapa tahun belakangan. Setelah sukses dengan Dangdut Academy, kini stasiun nomor satu di Tanah Air itu menggelar Liga Dangdut Indonesia (LIDA).

Mulai Minggu, 1 Oktober 2017 audisi sudah digelar di 3 kota secara serentak, yaitu Bengkulu, Ambon dan Gorontalo. Di setiap kota dari 34 provinsi,  tim Indosiar menggandeng sejumlah stasiun radio dalam penyelengaraannya.

Seperti diketahui proses pendaftaran peserta Liga Dangdut Indonesia diawali secara terbatas. Calon peserta dapat mendaftarkan diri melalui Official Whatsapp LIDA 0812-979-185-45, melalui www.vidio.com, atau melalui radio-radio partner di tiap provinsi.

Formulir pendaftaran di tiga provinsi pertama dapat diperoleh secara gratis di radio-radio yang telah bekerjasama dengan Indosiar. Di Bengkulu Indosiar menggandeng Radio Trans 102,7 FM, Artha 103,7 FM, atau Namora 92,1 FM. Sementara di provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Radio Poliyama 104,2 FM atau Star 107,1 FM Gorut. Dan Radio Ambon 96,8 FM dan Duta 98,7 FM Masohi untuk wilayah Ambon dan sekitarnya.

Bukan rahasia lagi, stasiun radio menjadi ujung tombak lagu-lagu karya musik negeri, termasuk irama dangdut, dikenal masyarakat. Selain stasiun televisi, salah satu parameter lagu ngehit dan penyanyi ngetop ya lewat stasiun radio.

Liga Dangdut Indonesia dapat diikuti peserta pria atau wanita berusia minimal 15 tahun dan maksimal 25 tahun yang memiliki bakat menyanyi lagu dangdut.

Dari setiap provinsi akan dipilih lima peserta terbaik yang akan diperas lagu menjadi satu yang terbaik. Wakil satu orang di masing-masing provinsi akan berkompetisi di Jakarta dan tampil on air dalam program Konser Nominasi. Satu peserta terbaik tiap provinsi berhak melaju ke putaran final dan bertemu dengan seluruh juara provinsi lainnya.

 

Artikel Selanjutnya
Meikarta Raih Penghargaan di Ajang Apresiasi Inovasi untuk Negeri
Artikel Selanjutnya
Lampung Timur Gerakkan Pariwisata Lewat Wisata Kemah