Sukses

Soal Penghinaan Panglima TNI, Pelapor Curigai Nikita Mirzani

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan penghinaan terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Nikita Mirzani kian melebar. Nikita Mirzani memolisikan balik beberapa pihak turut melaporkannya ke polisi dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Salah satunya Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano, yang meminta KPI mencekal janda dua anak tersebut. Sam Aliano pun mempertanyakan sikap Nikita Mirzani yang melaporkannya atas beberapa pasal UU ITE.

"Kenapa saya melaporkan Nikita ke KPI? Anda sudah tahu karena ada berita yang cukup viral, bahwa ada nama Nikita yang diduga menghina Jenderal Gatot Nurmantyo. Makanya saya surati KPI yang isinya meminta KPI mencekal siapapun yang melakukan perbuatan memecah belah bangsa," ujar Sam Aliano di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).

"Dan itu bukan cuma Nikita saja. Yang saya heran, kenapa Nikita malah melaporkan saya ke Polda?" lanjutnya.‎

Ia pun menghargai sanggahan Nikita Mirzani yang membantah telah melakukan penghinaan kepada Panglima TNI. Namun, Sam Aliano meminta bintang film Comic 8 itu untuk membuktikan ucapannya tersebut.

Pasalnya, Sam Aliano sempat menaruh curiga kepada Nikita Mirzani lantaran kemunculan twit yang mengatasnamakannya. Makanya, Sam Aliano meminta Nikita Mirzani membuktikan hal tersebut di hadapan polisi.

‎"Saat saya melaporkan ke KPI, Niki juga klarifikasi bahwa dirinya enggak bersalah dan bilang akun itu palsu. Oke-lah kalau kita ikuti kata-katanya. Tapi saya pribadi curiga terhadap Niki, kenapa? Karena tiba-tiba muncul akun Twitter dengan menghina Jenderal Gatot, lalu tiba-tiba hilang," jelas Sam Aliano.

"Bisa saja kan dia (Niki) lakukan itu atau dia yang membuat. Tapi bisa juga bukan dia yang buat. Makanya biar kepolisian saja yang membuktikan akun itu asli atau bukan. Itu yang menentukan Niki bersalah atau tidak," ia mengakhiri. (Ras)‎

Artikel Selanjutnya
Dirkrimsus Polda Metro: Aris Budiman Baik, Jarang Marah
Artikel Selanjutnya
Tak Hanya Novel Baswedan, Aris Budiman Juga Laporkan Media Massa