Sukses

Gubernur DKI Jakarta Baru, Begini Kata Farhat Abbas

Liputan6.com, Jakarta Dilantiknya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta turut dikomentari pengacara Farhat Abbas. Menurut mantan suami Nia Daniaty ini berharap suasana Ibu Kota menjadi lebih adem. Farhat meminta mereka menjalankan kepemimpinan tanpa sifat arogan dan tempramental.

Farhat Abbas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/4). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

"Saya pikir sosok negarawan mereka ada, karena dua-duanya saya kenal sebagai pemimpin yang tidak arogan, tidak tempramental. Mereka adalah gubernur idaman masyarakat Jakarta saat ini. Mudah-mudahanan Jakarta bisa lebih maju tanpa ada ribut, tanpa ada kontroversi, dan tanpa ada arogansi kepemimpinan," ujar Farhat Abbas ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017).

Karena memiliki latar belakang profesor dan konglomerat, Farhat Abbas menilai keduanya tak akan tergiur uang dan memperkaya diri sendiri, tetapi berusaha membuat masyarakat Jakarta kaya raya. Bahkan, Farhat mengingatkan janji-janji Anies-Sandi yang akan membela kaum miskin dan anti-menggusur.

"Janji Anies Sandi katanya kredit rumah 0 persen, kemudian tidak akan menggusur untuk kepentingan bisnis rakyat kecil dan memanusiakan manusia. Jadi tidak arogansi. Karena hampir semua masyarakat punya sedikit kesalahan, dan di samping kesalahan mereka punya masalah ekonomi. Terima kasih untuk mantan-mantan (Pemimpin Jakarta), bagaimana pun mereka pernah bekerja untuk jakarta," kata Farhat.

Tak lupa, ia menyisipkan pesan untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Buat Pak Ahok yang lagi di penjara, nanti kalau sudah keluar bisa lebih baik bertutur kata, tidak menghina tidak membuat kegaduhan lagi," pungkas Farhat Abbas.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berjabat tangan usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Artikel Selanjutnya
Djarot: Enggak Mungkin Kita Menggaji Pak Ogah
Artikel Selanjutnya
JK: Monas Bukan Monumen DKI