Sukses

Film Senjakala di Manado Diputar di Amerika

Liputan6.com, Jakarta - Film Senjakala di Manado mungkin boleh saja dipandang sebelah mata di Indonesia. Namun siapa sangka bila film garapan Deni Pusung itu memperoleh sambutan hangat di negeri orang.‎

Belum lama ini, film Senjakala di Manado sukses ditayangkan di Amerika Serikat. Sedikitnya film yang dibintangi Ray Sahetapy, Mikha Tambayong dan Fero Walandouw itu diputar di tiga kota seperti Los Angeles, Washington DC dan New Jersey.

Padahal selama 41 hari mengudara di 23 layar bioskop Tanah Air, film yang mengambil setting keindahan Manado, Sulawesi Utara, itu cuma ditonton 115 ribu orang.

"Kami selama dua minggu di Amerika, filmnya di tonton di Los Angeles, Washington DC dan New Jersey. Untuk LA dan NJ digelar kekeluargaan ada sekitar 50-60 orang yang ikut nobar di rumahan. Sedangkan di Washington diputar di bioskop," kata produser Marapati Production Megamas, Ina Marapati di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2017).‎"Kami kerja sama dengan KBRI, lalu disediakan undangan untuk 100 orang. Itu pun penuh dan dirasa kurang banyak. Kami enggak sangka antusiasnya begitu baik," lanjutnya.

 

1 dari 2 halaman

Pamer Keindahan Manado

Hal ini membuat Ray Sahetapy bangga. Sebagai pemain sekaligus orang asli Manado, Ray Sahetapy berharap film Senjakala di Manado bisa memperkenalkan keindahan Indonesia di mata dunia. ‎‎"Tentunya saya bangga. Karena saya lahir di Sulawesi, orangtua saya Minahasa. Saya seperti dapat tugas untuk membawa gagasan Minahasa yang mulai luntur. Semoga film ini bisa mengungkit kekuatan Nusantara secara keseluruhan," ungkap Ray Sahetapy.

"Apalagi kalau lihat filmnya itu pemandangan Manado dengan pohon kelapa yang berjejer rapi. Itu enggak ada di negara lain. Orang Amerika saja tertarik dan antusias melihatnya. Ini sekaligus menjadi promosi tentang keindahan Indonesia," ia menambahkan.‎

Awal tahun depan Ray Sahetapy cs akan kembali diundang ke Amerika untuk menayangkan film 'Senjakala di Manado' di tempat yang lebih besar. Dan kabarnya, hal itu menggugah Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan Angelica Tengker untuk membuat sekuelnya.

"Kami berharap setelah Amerika, kami bisa masuk ke negara lain. Awal Januari nanti kami diundang lagi dan difasilitasi ke tempat yang lebih besar sekitar 800 kursi. Kalau untuk sekuel, kita tunggu tanggal mainnya ya," ucap kerabat Nagita Slavina ini. (Ras)‎