Sukses

Medina Belum Ditemukan, Nyawa Markasan Terancam

Liputan6.com, Jakarta  

Medina (Betari Ayu) masih belum juga pulang. Sementara Iqbal (Juan Christian) sudah kembali ke Malaysia. Markasan (Qubil AJ) dan Omeh (Cut Memey) kebingungan mencari Medina kemana lagi. Sementara Ilham (Aditya Zoni) yang juga mencari Medina pun belum juga menemukannya. Di sisi lain, Markasan dan Omeh tak sadar kalau hidup mereka sedang terancam karena menghilangnya Medina.

Bahaya apa yang akan menimpa Markasan dan Omeh? Lantas, dimana sebenarnya Medina berada? Mengapa tak ada yang bisa menemukannya? Berikut sinopsis sinetron Tuhan Ada di Mana-mana yang akan tayang Selasa, 7 November 2017 malam ini.

Markasan dan Omeh duduk termangu sedih di tokonya. Mereka tidak semangat melayani para pembeli yang datang. Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di depan rumah. Sakib turun dengan wajah tegang dan membuat Markasan ternganga. Sakib mengangkat tangannya. Dari dalam mobil lalu turun empat orang bertampang jawara. Markasan ketakutan, sedang Omeh memilih bersembunyi di belakang suaminya.

Sakib merasa terhina. Markasan pun harus terima hukuman. Sakib bilang, ia tak bisa dipermainkan, dibohongi kalau Medina minggat. Markasan bersikeras, Medina memang kabur dari rumah dan belum ditemukan. Sakib bahkan disuruh masuk ke rumah untuk periksa sendiri. Anak buah Sakib tak percaya. Mereka minta izin Sakib untuk menghajar Markasan. Di luar, Darso yang mendengar Markasan mau dipukuli, segera lari meninggalkan rumah.

Empat orang anak buah Sakib mau menangkap Markasan. Mat Roji yang mau membantu majikannya malah digebuk oleh yang lain, hingga ia tidak berkutik. Omeh hanya bisa menangis melihat tangan Markasan ditelikung ke belakang, sementara Sakib bolak balik bicara. Dia kasih waktu seminggu buat Markasan menemukan Medina. Minggu depannya, Medina akan diajak piknik ke Puncak. Kalau Markasan tidak bisa, Sakib akan menyuruh anak buahnya untuk mengobra k-abrik rumahnya.

 

1 dari 2 halaman

Kedatangan Darso

Tak lama, Darso datang bersama para pemain lenong Setia Menanti dan warga Kampung Jambu lainnya. Mereka semua kompak membawa pentungan. Darso cerita soal Pak RW yang mau menjodohkan Medina dengan anak temannya. Warga bingung, kenapa mau besanan tapi mereka malah mau menghajar Markasan. Darso bilang ini gara-gara Medina minggat karena tidak mau dijodohkan.

Sakib semakin sadis mengancam Markasan yang sudah ketakutan dan menangis meraung-raung. Di depan gerbang toko, lalu muncul rombongan pemain lenong dan warga. Sakib dan empat tukang pukulnya kaget melihat ada rombongan orang membawa pentungan. Sebelum mereka bicara, Okim langsung berteriak meminta mereka melepaskan Pak RW. Kalau mereka tak mau, semua warga akan mengeroyok mereka.

Akankah terjadi pertempuran antara warga melawan Sakib dan anak buahnya? Bagaimana pula reaksi Markasan tahu orang yang sangat ia benci malah menolongnya? Jangan lupa saksikan keseruannya dalam sinetron Tuhan Ada di Mana-mana malam ini mulai pukul 18.30 WIB, hanya di SCTV.