Sukses

Terkuak, Frank Sinatra Sempat Alami Depresi

Liputan6.com, Los Angeles - Frank Sinatra merupakan salah satu legenda di dunia musik yang memberikan perubahan. Penyanyi serba bisa ini dianggap sebagai sosok yang selalu dikenang di ranah hiburan.

Frank Sinatra disebut sebagai penyanyi terbaik sepanjang masa hingga saat ini. Album Frank Sinatra terjual lebih dari 150 juta keping di seluruh dunia. Hingga saat ini, belum ada yang memecahkan rekor penyanyi pemilik nama asli Francis Albert Sinatra itu.

Sang legendaris itu sempat sakit sebelum akhirnya meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, Amerika Serikat, 14 Mei 1998. Frank Sinatra menutup mata di usia 82 tahun.

Frank Sinatra (E!)

Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari mulut manajer Frank Sinatra. Sang manajer menyebutkan, penyanyi gaek itu sempat mengalami depresi. Bahkan, Frank Sinatra merasakan paranoid terhadap keselamatannya, diwartakan FoxNews, Rabu (8/11/2017).

1 dari 2 halaman

Alami Paranoid

Eliot Weisman, manajer Frank Sinatra pada 1975, selalu menemani sang penyanyi kapan dan dimana pun. Akhirnya, rahasia terkelam Frank Sinatra diketahui oleh Weisman.

Dalam sebuah buku memoar, The Way It Was, Wesiman menyebutkan, Frank Sinatra harus bertemu dengan psikolog. Ia merasa hidupnya tak tenang, paranoid dan mengalami depresi.

"Frank Sinatra benar-benar merasa tertekan. Ia juga selalu merasa tak aman terhadap keselamatan dirinya. Ia pun menyembunyikan sepucuk pistol di sepatu bootsnya. Bahkan, saat manggung, ia juga membawanya," sebut Weisman.

Frank Sinatra dan anaknya, Frank SInatra Jr (E!)

Rupanya kebiasaan Frank Sinatra sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Sebagai manajer, Weismen sampai hapal. Frank Sinatra baru merasa tenang saat membawa pistol itu.

"Frank Sinatra sampai harus mengonsumai obat anti-depresi. Terkadang, semua rasa takutnya itu berlebihan," ungkap Weisman.

Artikel Selanjutnya
Usai Minum Obat Batuk, Suami Tikam Istri hingga Bersimbah Darah
Artikel Selanjutnya
Jadi Terkenal, Robbie Williams Merasa Tertekan