Sukses

Justice League Babak Belur Dihajar Kritik

Liputan6.com, Jakarta Film superhero terbaru dari DC Universe, Justice League, sudah lama dinanti para pencinta film. Namun sayang, tampaknya penilaian para kritikus terhadap film garapan Zack Snyder - Joss Whedon ini tidak terlalu baik.

Terhitung saat berita itu ditulis, Kamis (16/11/2017), Justice League hanya meraih skor 49 di Metacritic. Sementara skor di Rotten Tomates ditangguhkan hingga tanggal perilisannya di Amerika Serikat pada 17 November mendatang.

 (Entertainment Weekly)

Sejumlah ulasan awal yang telah dipublikasikan juga menyimpulkan banyak kekurangan dalam Justice League.

Robbie Collin dari Telegraph hanya memberi satu dari lima bintang, dan menyebut Justice League sebagai film yang tak bisa diselamatkan. Ia mempermasalahkan plot cerita yang lemah dengan plot hole yang bertebaran.

"Ini terasa seperti film panjang yang tidak percaya diri dan kemunduran dari waralaba ini," tulisnya.

 

1 dari 2 halaman

Masih Ada yang Memuji

Manohla Dargis dari The New York Times juga mencatat bahwa film ini terasa terpecah-pecah, tak berada dalam satu kesatuan yang utuh. Begitu pula dengan para superhero yang ditampilkan, terasa miskin pendalaman karakter.

Alonso Duralde, kritikus TheWrap, menyebut Justice League adalah kemunduran dari Wonder Woman yang menyenangkan. "Memang ada momen yang lucu dan menyenangkan, tapi ini adalah film yang terasa seperti bau deodoran Axe," tulisnya.

Justice League. (Warner Bros / Collider.com)

Namun tentu masih ada yang melontarkan pujian untuk Justice League. Jim Vejvoda dari IGN menyebutkan bahwa memang banyak kekurangan dari Justice League, tapi film ini masih bisa tetap dinikmati. "Terutama karena para karakternya yang menarik," tulisnya.

Tak sedikit pula yang memuji bahwa ada momen-momen menyenangkan dalam film ini, terutama berkat kehadiran Ezra Miller sebagai The Flash. "Kebanyakan momen lucu dalam film ini memperlihatkan Flash-nya Miller," tulis Michael O'Sullivan dari Washington Post.