Sukses

Jelang Rilis, Film Padmavati Dihantam Protes

Liputan6.com, Mumbai - Film Padmavati karya Sanjay Leela Bhansali menjadi salah satu film Bollywood yang paling ditunggu-tunggu di akhir 2017. Film yang dibintangi Ranveer Singh, Shahid Kapoor dan Deepika Padukone itu diangkat dari puisi epik yang ditulis pada abad ke-16 oleh penyair Malik Muhammad Jayasi

Namun sayangnya, menjelang penayangan Padmavati yang dijadwalkan pada 1 Desember, film tersebut malah mendapat protes serius dari kelompok Shri Rajput Karni Sena (SRKS). Protes tersebut terjadi negara bagian Rajasthan bagian barat. Mereka menganggap, film Padmavati tidak menghargai sentimen masyarakat.

Padmavati, diperankan Deepika Padukone dan Shahid Kapoor (ZeeNews)

Seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (16/11/2017), anggota kelompok Karni Sena menganggap film Padmavati telah mendistorsi fakta sejarah.

"Begini, ini masalah sejarah kita, kita tidak bisa membiarkan orang menertawakan kehormatan kita," kata juru bicara Karni Sena, Vijendra Singh Kalyanvat.

"Alauddin Khilji adalah seorang perampok, seorang tiran, dan teroris. Ratu kita, Rani Padmini, menganut jauhar untuk mengembalikan martabat dan kebanggaan masyarakat," sambung Vijendra Singh Kalyanvat.

"Kami tidak akan membiarkan pembuat film dengan dana asing untuk membuat film yang membuat kami malu. Karni Sena tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Film tersebut harus dilarang," kata Kalyanvat. Namun sayangnya, ia tak memberikan bukti apapun mengenai tuduhannya terkait pendanaan film.

Ranveer Singh memerankan Allaudin Khilji di Padmavati (ZeeNews)

Gelombang protes film Padmavati terus memanas. Pada Selasa (14/11/2017), lebih dari 50 anggota Karni Sena merusak sebuah bioskop di Rajasthani saat bioskip tersebut menggelar acara pemutaran teaser film Padmavati.

Namun banyak yang menduga, isu ini sengaja dimunculkan dan dikaitkan pada isu politik. Seperti diketahui, Rajasthan akan melakukan pemilihan tahun depan.

 

1 dari 2 halaman

Cuma Certia Fiksi

Penampilan Shahid Kapoor di Padmavati dianggap tampan oleh penggemar Bollywood.

Namun sejarawan di India justru menyatakan bahwa kisah Padmini dalam film Padmavati cuma cerita fiksi dan tak ada catatan sejarah untuk membuktikan keberadaannya. Dalam cerita, seorang ratu Hindu bernama Padmini memilih lompat ke api untuk menyelamatkan kehormatannya dari Raja Muslim bernama Alauddin Khilji. Suami Padmini, Ratan Singh kalah berperang dari Alauddin Khilji dan sang Raja berniat untuk merebut Padmini menjadi istrinya.

Profesor Aditya Mukherjee dari Center of Historical Studies di Universitas Jawaharlal Nehru menyebut protes tersebut keliru dan tak masuk akal. Menurutnya, tidak ada catatan sejarah tentang Padmavati.

"Tidak ada bukti sejarah dari peristiwa Padmavati ini. Cerita ini adalah imajinasi penyair," kata Aditya Mukherjee.