Sukses

Film Animasi Coco Bikin Kritikus Menangis

Liputan6.com, Jakarta Film animasi Pixar terbaru, Coco, saat ini tengah ditayangkan di layar bioskop sejumlah negara. Penilaian kritikus tentang film garapan sutradara Lee Unkrich ini pun mulai bermunculan.

Mayoritas kritikus memberikan pujian untuk Coco. Setidaknya, ini terlihat dari skor film ini di situs agregat Metacritic dan Rotten Tomatoes, yang sangat tinggi.

	Cuplikan film Coco (Disney/Pixar)

Saat berita ini ditulis pada Jumat, (24/11/2017), Coco meraih skor 96 persen di situs Rotten Tomatoes, yang membuatnya mendapat cap "Certified Fresh" dari situs ini. Dari 153 review kritikus yang dikurasi oleh Rotten Tomatoes, 147 di antaranya memberikan nilai positif.

Sementara di Metacritic, Coco mendapat skor 80, yang artinya secara umum film ini mendapat penilaian baik dari para kritikus.

	Cuplikan film Coco (Disney/Pixar)

Para kritikus tak hanya memuji aspek visual Coco yang indah, namun juga keberanian Pixar untuk mengangkat tema yang beragam—dalam hal ini soal Festival Kematian yang merupakan tradisi Meksiko.

"Permata dari Pixar soal Festival Kematian ini adalah sebuah penghargaan yang manis untuk budaya Meksiko, dengan visual yang menyenangkan, energi komikal, dan sentuhan emosional," tutur Peter Travers dari Rolling Stones.

 

1 dari 2 halaman

Bikin Kritikus Menangis

Tema dan plot film ini pun disebut sangat menyentuh para penonton hingga ke tingkat personal. Bahkan tak sedikit kritikus yang mengatakan bahwa mereka menangis saat menonton film ini.

Cuplikan film Coco (Disney/Pixar)

"Kali ini Pixar membuatku menangis bukan hanya karena karakter yang ada film. Namun juga karena orang-orang yang kuingat, dan kuharap akan mengingatku," tulis Alan Scherstuhl dalam Village Voice.

Sejumlah kritikus juga menyatakan bahwa Coco adalah salah satu film terbaik Pixar. "Salah satu yang terbaik dari Pixar, pencapaian yang sangat hebat, dan layak untuk disaksikan seluruh anggota keluarga," tulis Mark Hughes dari Forbes.

Sementara itu Coco berkisah tentang cerita Miguel, bocah 12 tahun yang ingin bermain musik, namun ditentang oleh keluarga. Saat ingin meminjam gitar milik musisi favoritnya yang telah meninggal, Miguel malah tak sengaja menyeberang ke dunia orang mati. Ia hanya punya waktu satu malam untuk kembali ke dunia manusia.

Petualangannya di negeri orang mati, ternyata membuka satu rahasia besar di keluarganya.  

Artikel Selanjutnya
Miller Khan Senang Main Film yang Diangkat dari Kisah Nyata
Artikel Selanjutnya
Belum Tayang, Film Insidious: Chapter 4 Sudah Bisa Dinikmati