Sukses

EKI Dance Company dan YPAC Gelar Pentas Lyfe Kids Jaman Now

Liputan6.com, Jakarta - Eksotika Karmawibhangga Indonesia Dance Company atau EKI Dance Company, bekerjasama dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) menggelar pentas seni pertunjukan “EKI Update 3.0” pada tanggal 28-30 November di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar baru, Jakarta Pusat.

Salah satu hal yang berbeda dari pertunjukan EKI Update kali ini adalah keuntungan yang didapat dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk YPAC, untuk pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus.

Pentas EKI Update 3.0: Selamat datang di #LyfeKidsJamanNow. (EKI Dance Company/YPAC)

EKI Update adalah ajang rutin yang digelar EKI Dance Company untuk menemui penggemar seni pertunjukan dengan menyajikan karya-karya terbaru garapan koreografer EKI Dance Company yang senior maupun yang terbilang koreografer muda.

Melalui EKI Update juga, EKI Dance Company berusaha menyuarakan sikap atau pendapat seputar fenomena kehidupan melalui karya. Untuk itu, selalu ada tema yang berbeda dalam setiap penyelenggaraan EKI Update.

Jika pada EKI Update 1.0 mengangkat tema #EtnikKekinian, kemudian tema #InArtWeUnite pada EKI Update 2.0, dalam EKI Update 3.0 EKI Update mengetengahkan tema #LyfeKidsJamanNow.

 

 

 

1 dari 3 halaman

Kemasan EKI Update 3.0

Pentas EKI Update 3.0: Selamat datang di #LyfeKidsJamanNow. (EKI Dance Company/YPAC)

EKI Update 3.0 adalah pertunjukan seni yang mengemas tari, mini musikal, talkshow dan lainnya dalam satu sajian. Adapun tamu yang mengisi sesi talkshow sepajang pertunjukan dari tanggal 28-30 November adalah penyanyi dan aktor Morgan Oey (28 November), Duo DJ KMKZ & David Beatt (29 November); komikal, aktor, penulis Ernest Prakarsa (30 November).

Melalui karya-karya di EKI Update berusaha mendengar, memahami dan memberi ruang untuk ekspresi. Mengenai tema #LyfeKidsJamanNow, menurut Aiko Senosoenoto, selaku produser EKI Update 3.0, banyak orang beranggapan bahwa kids jaman now adalah generasi instan atau pemuja kebebasan semata hingga ada juga yang menyebut ‘mental tempe’ kepada mereka yang belakangan populer juga dengan sebutan anak milenial.

Padahal, kids jaman now sangat random, tidak bisa ada keseragaman dan berubah-ubah dengan cepat. Jika dulu ada masa semua orang suka breakdance atau ballroom dance, kini tidak ada anak milenial yang menyukai satu hal yang sama.

2 dari 3 halaman

Anak Jaman Now

Pentas EKI Update 3.0: Selamat datang di #LyfeKidsJamanNow. (EKI Dance Company/YPAC)

“Satu hal yang pasti, anak jaman now ada karena generasi terdahulu dan mereka adalah pemegang tongkat estafet untuk masa depan. Untuk mengerti mereka tidak cukup dengan melihat dari luar atau menghakimi saja tapi kita perlu masuk, merasakan suasana yang ada,” ujar Aiko Senosoenoto.

#LyfeKidsJamanNow tentunya juga dialami oleh mereka yang berkebutuhan khusus. EKI Dance Company mengerti hal ini dan oleh karenanya bekerjasama dengan YPAC. Ketua YPAC Jakarta, Ibu Purnamawati Muki Reksoprodjo mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerjasama ini.

“Selama ini anak-anak berkebutuhan khusus dipandang sebagai anak yang tidak mampu, minder dan sebagainya. Bersama EKI Dance Company, kita akan bisa melihat mereka menyanyi, menari dan dengan percaya diri melakukan itu semua di hadapan banyak orang, di atas pentas. Tentu tidak mudah, tapi mereka bisa,“ katanya.

Artikel Selanjutnya
Whulandary Resmi Gelar Lamaran dalam Balutan Kebaya Elegan
Artikel Selanjutnya
Potret Mesra Raisa-Hamish Daud dari Dapur Sampai Tempat Tidur