Sukses

Jalani Pemeriksaan, Ini yang Dikatakan Taeyeon SNSD pada Polisi

Liputan6.com, Seoul - Taeyeon menjadi penyebab kecelakaan beruntun di kawasan Gangnam, Seoul, yang terjadi pada (27/11/2017). Menyusul insiden ini, leader SNSD itu pun dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya.

Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung kurang dari satu jam di Kantor Polisi Gangnam itu, Taeyeon dihujani sejumlah pertanyaan. Kepada penyidik, pelantun lagu "Fine" itu mengakui bahwa dirinya bersalah.

(Sumber: Nate)

"Saat aku menyetir, aku tidak bisa melihat jalan di depan dengan jelas. Dan kecelakaan pun akhirnya terjadi," begitu kata Taeyeon pada kepolisian seperti dilansir dari situs allkpop.

Saat kecelakaan terjadi, Taeyeon juga diketahui membawa anjing peliharaan dalam mobilnya. Polisi sempat khawatir bahwa kecelakaan tersebut ada sangkut pautnya dengan anjing tersebut. Mengenai hal ini, Taeyeon pun memberi penjelasan.

"Anjingku yang berusia tiga bulan itu memang berada di dalam mobil, tapi dia tidur di keranjangnya. Anjing tersebut tidak ada hubungannya dalam kecelakaan ini," jelasya.

Taeyeon juga sudah berkomitmen untuk bertanggung jawab dengan para korban. "Saya akan melakukan yang terbaik agar korban bisa pulih sesegera mungkin. Mereka juga akan diberi kompensasi," tuturnya.

 

1 dari 2 halaman

Bukan Kelalaian Besar

Taeyeon SNSD Countdown Asean Games 2018 (Bambang E. Ros/bintang.com)

Terkait korban, hingga saat ini polisi baru bisa berkomunikasi dengan sopir taksi. Korban lainnya belum dipanggil untuk diinterogasi karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi Gangnam juga menyatakan bahwa kecelakaan ini tidak termasuk dalam undang undang kecelakaan lalu lintas sebagai kelalaian besar.

Ini artinya tidak akan ada tuntutan pidana kepada Taeyeon. Kasus ini kemungkinan besar akan ditutup setelah prosedur kompensasi asuransi dan pemeriksaan dengan para korban selesai.

Artikel Selanjutnya
Aris Idol Siapkan Saksi untuk Kasus Ihsan Tarore
Artikel Selanjutnya
Nafa Urbach Absen di Pemeriksaan Polisi soal Pedofilia